Yamaha

Besok, 1.000 UMKM di Kota Tasik Dilatih Pemasaran Ecommerce

  Minggu, 18 Oktober 2020   Heru Rukanda
(Kepala Dinas Perindag dan UMKM Kota Tasikmalaya, Firmansyah, Minggu, (18/10/2020) (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdagangan (Perindag) dan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) Kota Tasikmalaya Firmansyah mengatakan, untuk menggeliatkan kembali gairah perekonomi masyarakat terutama UMKM di Kota Tasikmalaya di masa pandemi, pihaknya terus berupaya memberikan bantuan berupa pelatihan pemasaran digital dan bantuan produktif dari Kementerian Koperasi. 

Salah satu program yang dilakukan yaitu program Percepatan Ekonomi Nasional (PEN) guna membangkitkan kembali kemampuan dan kapasitas UMKM dalam masa pandemi.

"Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menganggarkan sekitar Rp 500 juta dari APBD untuk pelatihan ecommerce bagi 1.000 UMKM. Rencana pelatihan mulai dilaksanakan Senin, (19/10/2020), secara bertahap di gedung PPIK," ujar Firmansyah, Minggu, (18/10/2020).

Menurut Firmansyah, para peserta pelatihan nantinya dilatih bagaimana cara pemasaran melalui dunia digital atau internet, sehingga pelaku UMKM ini bisa memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usahanya.

"Kami kerjasama dengan pemerintah Jerman untuk pendampingan para pelaku UMKM selama 6 bulan dan insyaallah seluruh biaya pendampingan ditanggung oleh pemerintah Jerman," ungkap Firmansyah.

Disamping itu, Dinas Perindag dan UMKM Kota Tasikmalaya juga mengupayakan bantuan produktif dari Kementerian Koperasi sebesar Rp 2,4 juta per UMKM, untuk membangkitkan kembali para pelaku usaha. Dengan bantuan tersebut, diharapkan UMKM bisa kembali memulai usahanya dan mengganti modal yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di masa pandemi.

"Data yang kami diusulkan ke kementerian sebanyak 132.000 UMKM dan yang telah lolos validasi sebanyak 93. 000 UMKmlM. Dana bantuan tersebut sudah cair melalui rekening masing-masing," tambah Firmansyah.

Terkait berapa banyak bantuan produktif yang telah cair, Firmansyah mengaku belum mengetahuinya karena hal tersebut datanya dari perbankan.

"Pencairannya dilakukan secara bertahap. Bayangkan saja kalau semua yang 93.000 UMKM itu menerima batuan, ratusan miliar rupiah akan beredar di Kota Tasikmalaya untuk membangkitkan UMKM," pungkas Firmansyah.


 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar