Yamaha

Mengharukan! Ternyata Begini Kisah Terpisahnya Si Kembar Trena-Treni

  Selasa, 20 Oktober 2020   Heru Rukanda
Trena Mustika bersama ayah kandungnya Enceng Dedi di rumahnya di Kampung Cipaingen, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (19/10/2020). (AyoTasik.com/Heru Rukanda)

INDIHIANG,AYOTASIK.COM -- Enceng Dedi (59) ayah kandung kembar identik Trena Mustika - Treni Fitri Yana mengatakan, terpisahnya anak kembar dia terjadi sejak keduanya berusia 2 bulan. Pada saat itu kondisi kesehatan kedua anaknya kerap sakit-sakitan. Dirinya saat itu diberi tahu oleh orang tua disana jika anak-anaknya harus dipisahkan agar kondisi kesehatannya membaik.

"Kakak istri saya juga memiliki anak kembar dan sakit-sakitan kemudian akhirnya meninggal dunia. Orang tua disana menyarankan agar anak saya dipisahkan supaya tidak mengalami hal yang sama dengan anak kembar kakak ipar saya," ujar Enceng, saat ditemui di rumahnya di Kampung Cipaingen, Kelurahan Sukamaju Kalar, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya,  Senin, (19/10/2020).

Menurutnya, sejak itu anak kembarnya dititipkan ke sesama transmigran. Trena yang memiliki nama kecil Euis Trena Mustika dititipkan ke ustadz Ibrahim yang kini tinggal di Wanaraja, Kabupaten Garut, sedangkan Treni yang nama kecilnya Elis Treni Mustika diganti Fitri Yana dirawat oleh keluarga Pak Misranto dan Bu Rini.

Setelah itu istri saya hamil lagi anak terakhir, tapi kondisi kehamilannya beresiko sehingga dirujuk ke rumah sakit di Kota Ambon. Disana saya sempat bertemu dengan Pak Misranto menanyakan soal Treni. Katanya ada di Komisanto lokasi transmigran.

"Pada usia satu tahun saya sempat bertemu dengan Treni. Saya peluk dia," ucap Enceng.

Enceng menambahkan, pada tahun 1999 ada kerusuhan di Ambon. Dia mencari-cari keluarga Pa Misranto yang merawat Treni tapi tidak ketemu dan mendapat kabar bahwa Treni dibawa pulang ke Pulau Jawa. Pihaknya kemudian memutuskan pulang ke Jawa dengan harapan bisa menemukan anak kembarnya tersebut.

"Saya cari-cari informasi soal keluarga Pa Misranto di Jawa, tspi tidak membuahkan hasil. Alhamdulillah, anak saya ketemu juga akhirnya dari postingan di media sosial. Saya tidak bisa berkata-kata pak saat mendapat kabar Treni ketemu," ungkap Enceng.

Yang membuat Enceng sedih adalah disaat anak kembarnya yang terpisah puluhan tahun istrinya sudah meninggal dunia 2 tahun lalu." Sebelum meninggal istri saya sempat bilang ke saya dan anak-anak jika Treni masih hidup. Itu pak yang saya sedihkan almarhumah tidak sempat melihat Treni sudah besar," pungkas Enceng.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar