Yamaha

Gerakan 3M Digencarkan, Masih Banyak Warga Tasik yang Tidak Jaga jarak

  Selasa, 20 Oktober 2020   Irpan Wahab Muslim
Mencuci Tangan (Ayotasik/Irpan)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kabid pengendalian dan pencegahan penyakit pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, 3M bernilai penting dalam mencegah penyebaran Covid-19. Makanya, masyarakat luas harus selalu menerapkan 3M itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Namun, dari instrumen 3M itu, yang paling efektif adalah menjaga jarak. Meskipun menggunakan masker dan sering mencuci tangan, tidak akan efektif jika tetap tidak menjaga jarak.

Ditengah masyarakat pun, ujar Atang, menjaga jarak ini sudah tidak dijalankan. Artinya, masyarakat terkesan kurang peduli dalam menjaga jarak dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang paling efektif itu yakni menjaga jarak. Karena di masyarakat saat ini, jaga jarak sudah tidak dipedulikan," kata Atang, Selasa (20/10/2020).

Atang menambahkan, penerapan 3M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan Dengan Sabun dan Menjaga Jarak merupakan salah satu kunci menekan penyebaran Covid-19. Tetapi menjaga jarak harus menjadi prioritas.

"Lebih bagus kalau ketiga-tiganya dijalankan. Tapi yang paling prioritas adalah menjaga jarak, " kata Atang.

Sementara itu, Dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tasikmalaya dr. Reti Zia Dewi menambahkan, 3M bisa mencegah penyabaran Covid-19 jika dijalankan secara efektif. Mulai dari pemakaian masker, mencuci tangan dengan sabun hingga manjaga jarak.

Ketiga protokol itu, kata Reti, perlu dilakukan bersamaan apabila kita memasuki kerumunan tertentu. Misalnya belanja ke pasar atau mall, menghadiri ibadah jamaah dan rapat.

"Jadi kalau kita berkegiatan diluar rumah, alangkah lebih bagus diterapkan semuanya. Bawa handsanitizer kemana mana, memakai masker dan selalu menjaga jarak, " ujar Reti.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar