Yamaha

Barang Bukti 44 Perkara Kejahatan Dimusnahkan, Uang Palsu Rp 2,9 Miliar Dibakar

  Selasa, 27 Oktober 2020   Irpan Wahab Muslim
Kejari Kabupaten Tasikmalaya musnahkan Barang Bukti 44 Perkara Kejahatan dan Uang Palsu Rp 2,9 miliar dibakar. (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, TNI/Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Lapas Tasikmalaya, MUI, BPOM Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) memunnashakan sejumlah barang bukti dari 44 perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya M. Syarif menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan dari 44 perkara itu salah satunya perkara pemalsuan uang dengan jumlah uang Rp 2,9 miliar. Perkara lainnya yakni penganiayaan, pencurian, narkotika/sabu, psikotropika dengan bukti 21.280 butir pil Hexymer dan minuman keras.

“Selanjutnya ada perkara asusila tiga perkara, pemerasan satu perkara, pembunuhan dua perkara, senjata tajam dua perkara, penghasutan satu perkara, prostitusi satu perkara dan pembakaran satu perkara,” ucap Syarif sesuai acara pemusnahan. 

Terkait pemalsuan uang yang mencapai Rp 2,9 miliar, kata Syarif, sangat rawan disalahgunakan. Pihaknya, lanjut Syarif, akan terus mengintensifkan pengawasan bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI untuk menekan peredaran uang palsu. Terlebih saat ini Kabupaten Tasikmalaya sedang menggelar pesta demokrasi Pilkada serentak.

“Insyaallah tidak ada peredaran uang palsu dalam Pilkada, sampai detik ini laporan masuk atau perkara yang berjalan tidak ada. Kita akan intensifkan pengawasan, “ ucap Syarif.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Nurtjipto mengatakan antisipasi peredaran uang, pihaknya selalu mengedukasi dan mensosialisasikan keaslian uang yang paling mudah yakni diterawang, dilihat dan diraba.

“Seperti uang barusan sudah uang palsu dari sisi cetak dan justru cetakan halus untuk uang palsu,” ucap Nurtjipto.

Menurut Nurtjipto, selama ini tidak ada temuan uang palsu di Pilkada Tasikmalaya, karena uangnya berasal dari luar wilayah Priangan timur, jika ada masyarakat yang menerima uang palsu bisa melaporkan ke kepolisian dan pihak bank.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar