Yamaha

Tokoh Agama Kota Tasik Dukung RUU Minol

  Minggu, 15 November 2020   Heru Rukanda
Minuman beralkohol diamankan petugas kepolisian beberapa waktu lalu dari seorang penjual di Kota Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Tokoh agama Kota Tasikmalaya yang juga sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH. Aminudin Bustomi, menyambut baik tentang wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol) oleh DPR RI.

Pimpinan Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh Kota Tasikmalaya ini mengatakan, pihaknya sangat setuju RUU Minol kembali dibahas oleh legislatif pusat. Ia menilai bahwa peredaran minuman keras saat ini sudah menyasar kalangan anak muda.

"Kami sangat mendukung soal RUU minol. Tidak perlu wacana lagi dan harus segera diatur dalam Undang-Undang," ujar Aminudin, Minggu, (15/11/2020).

Menurutnya, minol merupakan salah satu pemicu tindak kriminal sama halnya denga narkotika. Peredarannya harus dilarang agar tingkat kriminalitas dapat diminimalisir.

Lebih lanjut ia menegaskan, sejauh ini penegakan hukum kepada para pengedar masih lemah karena sanksinya hanya berupa tindak pidana ringan (tipiring).

Ia menyebut jika di Kota Tasikmalaya sudah ada Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2014 tentang Tata Nilai. Namun, dalam perda tersebut denda bagi pelanggar hanya sekadar sanksi administratif.

"Sejauh ini jika hanya sanksi tipiring tidak akan membuat efek jera. Harus ada aturan dan sanksi tegas bagi pelanggarnya," ucap Aminudin.

Salah seorang warga Mangkubumi Ii Asyari mengatakan, dirinya sangat setuju dengan wacana pembahasan RUU Minol oleh DPR. Menurutnya, minol berdampak buruk bagi yang mengomsumsinya dan dapat memicu konflik serta menjadi biang segala tindak kejahatan.

"Setuju kali RUU Minol dibahas kembali oleh DPR. Mudah-mudahan segera jadi Undang-Undang," ujarnya.



 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar