Yamaha

Batu Bola Payung Geulis di Jalan Dadaha Jadi Spot Selfie Baru Warga Kota Tasik

  Rabu, 18 November 2020   Heru Rukanda
Bola batu dengan lukisan payung geulis menghiasi trotoar Jalan Dadaha, Rabu (18/11/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Bola batu yang berada di trotoar Jalan Dadaha kompleks olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, kini menjadi lokasi baru tempat nongkrong bersama teman atau kerabat.

Bola batu yang dihiasi dengan lukisan payung geulis khas Kota Tasikmalaya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk sekadar beristirahat.

Kendati pengerjaan bola batu ini belum kelar semuanya, tetapi sudah banyak warga yang datang dan mengabadikan kebersamaan melalui kamera hape berselfie maupun berswafoto.

Salah seorang warga, Neni listiarini (35) mengatakan, adanya bola batu dengan hiasan payung geulis ini sangat bagus.

"Saya belum tahu sih. Tadi pas lewat melihat ada lukisan payung geulis di bola batu. Bagus dan kreatif," ujar Neni, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, kini tak perlu ke Bandung atau ke daerah lainnya untuk berwisata dan duduk di bola batu, apalagi di lokasi ini dianggapnya lebih menarik karena lukisan payung geulis dan ada tempat duduk yang dibentuk seperti kelom geulis.

"Payung dan kelom geulis ini kan ikon Kota Tasikmalaya, jadi sangat bagus juga sebagai bahan edukasi bahwa Kota Tasik memiliki ciri khas," ucap Neni.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Iis Resmi (25) asal Indihiang. Ia mengaku sebelumnya sudah mendengar kalau di Dadaha ada bola batu di trotoar Jalan Dadaha tepatnya di depan Gedung Olah Raga (GOR) Sukapura. Namun,  baru kali ini melihat secara langsung sembari lewat habis pulang dari Jalan Siliwangi.

"ini bagus. Sayang banyak sampah baik dari daun pohon yang jatuh maupun sampah lainnya," ujar Iis.

Ia menambahkan, lokasi bola batu ini akan lebih menarik dan nyaman jika bersih dari sampah. "Saya belum lihat ada tempat sampah di sekitar sini," ucapnya.

Sementara itu, pengamat sosial Tasikmalaya Asep M Tamam menilai, jika pembuatan batu bola dengan lukisan payung geulis tersebut berdampak baik terhadap kebahagian masyarakat, artinya banyak masyarakat yang datang dan berbahagia di sana baik sekadar selfie itu bisa menjadi suatu keberhasilan dalam penataan di Dadaha.

"Saya rasa adanya lukisan payung geulis itu untuk mendekatkan produk khas Kota Tasikmalaya kepada masyarakat, sehingga akan lebih dikenal," ujar Asep.

"Kendati masyarakat Kota Tasikmalaya sudah mengetahui payung geulis itu icon Kota Tasik, tetapi ini harus terus dikenalkan agar tidak lupa bahwa Kota Tasik ini merupakan produsen kerajinan salah satunya payung geulis, pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar