Yamaha

GoTas, Aplikasi Transportasi Online Karya Anak Tasikmalaya

  Jumat, 20 November 2020   Heru Rukanda
Warga mendaftar menjadi driver di Sekretariat Gotas, Perumahan Grand Asri Residence, Jalan Cieunteung, Kota Tasikmalaya, Kamis (19/11/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Pandemi Covid-19 berdampak terhadap lesunya perekonomian. Banyak perusahaan yang merumahkan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja ((PHK) terhadap karyawan untuk mengurasi beban operasional perusahaan.

Berangkat dari keprihatinan dengan banyaknya warga yang terkena PHK, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Fortal kemudian tergerak untuk membuat sesuatu yang diharapkan bisa membantu warga yang terkena PHK dampak dari pandemi.

Ketua Fortal Nanang Nurjamil mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini terutama mereka yang mengalami PHK. Pihaknya kemudian berdiskusi bagaimana caranya membuat sesuatu yang bisa membantu warga.

“Kalau program banyak yang kami bahas bersama para anggota Fortal. Namun, saya melihat dari anak-anak generasi muda di Kota Tasik ini banyak yang memiliki keahlian dalam bidang IT, sehingga muncul ide untuk membuat aplikasi trasnportasi online dengan nama GoTas,” ujar Nanang, Jumat (20/11/2020).

Ia menyebut, aplikasi GoTak ini sudah bisa diunduh melalui Playstore di andriod. Dalam 12 hari pembukaan pendaftaran GoTas tahap pertama, sudah ada 639 orang yang mendaftar. Jumlah tersebut jauh melebihi ekspektasi yakni 300 pendaftar untuk driver dan merchant.

Didirikannya GoTas bukan semata-mata mengejar bisnis, melainkan untuk memberdayaan masyarakat sesuai dengan program kerja Fortal. Perbedaan dengan aplikator lain yakni soal pemotongan harga. Di GoTas, driver hanya dipotong 10% dan merchant hanya 5% dari harga orderan dan sebagai perbandingan di aplikator lain mencapai 20% pemotongan harganya

“Alhamdulillah antusias warga untuk mendaftar menjadi driver gotas ini sangat banyak. Hari ini saja sudah beberapa orang yang datang ke sini untuk mendaftar. Namun, lantaran sudah ditutup pendaftarannya sehingga dengan terpaksa pulang kembali,” ucap Nanang.

Ia menuturkan, untuk sementara pendaftaran tahan satu ini ditutup. Namun pihaknya merencanakan pembukaan tahap 2 pekan depan. Ia menargetkan untuk 1.000 driver sehingga bisa melayani masyarakat tidak hanya lingkup Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tetapi hingga Priangan Timur.

“Untuk sementara hanya lokalan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya saja. Jadi para driver GoTas ini tidak bisa sembarang menarik pelanggan, karena sistem yang dibuat berdasarkan domisili driver, sehingga driver di kecamatan A misalnya, tidak bisa menarik pelanggan di kecamatan B. Hal ini agar seluruh driver bisa mendapatkan orderan dengan merata, serta tidak ada akun prioritas,” ungkapnya.

Nanang menambahkan, kalau ada driver yang menjual belikan akun, maka pihaknya tidak akan menolelir dan bakal mengenakan sanksi suspen. Dari yang sudah terdaftar sebagai driver GoTas ini rata-rata warga yang terkena PHK perusahaan.

Para pendaftar ini tidak hanya asal dari Kota Tasikmalaya, tetapi ada juga dari daerah Ciamis, Garut, Banjar, dan Pangandaran yang sudah berdomisili atau ber-KTP Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, untuk kriteria kendaraan awalnya ditentukan hanya untuk roda 2 dan 4 yang produksinya tahun 2010. Namun, lantaran banyak juga yang kendaraan pendaftar di bawah yang ditentukan seperti tahun 2007, maka pihaknya memberikan toleransi. Namun, untuk kepemilikan surat izin mengemudi atau SIM wajib dimiliki para driver. “Saya tidak bisa memberikan toleransi kalau tidak memiliki SIM karena itu adalah wajib dimiliki driver,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depannya aplikasi GoTas ini akan terus dikembangkan. Pihaknya menyebut drivernya ini dengan panggilan tas rider. Rencananya dibuat juga tas-tas lain, seperti tas quran, di mana orang-orang yang ingin belajar membaca atau mengaji al-quran bisa memanggil ustaz melalui aplikasi GoTas ini.

Di samping itu, akan ada juga tas tukang, tas angkot, tas delman, sehingga moda trasportasi lain juga bisa terakomodir oleh GoTas.

“Saya bersama tim sudah memikirkan ke arah sana. Sehingga nantinya tidak akan terjadi gesekan dengan moda trasnportasi massal,” ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar