Yamaha

Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pilkada, Netralitas Pejabat Negara Jadi Sorotan

  Selasa, 24 November 2020   Irpan Wahab Muslim
Konsolidasi kader pengawas partisipatif di Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan di Hotel Grand Metro Kota Tasikmalaya, Selasa (24/11/2020).

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya bersama Bawaslu provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan konsolidasi kader pengawas partisipatif di Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan di Hotel Grand Metro Kota Tasikmalaya, Selasa (24/11/2020).

Koordinator Divisi (Koordiv) Pengawasan Hukum Data dan Informasi Bawaslu Provinsi Jabar, Yusuf Kurnia, mengatakan kegiatan konsolidasi sangat penting bagi kader pengawas partisipatif ini, apalagi dalam masa kampanye dan menjelang pemungutan dan penghitungan suara

"Tentu Pilkada serentak 2020 ini harus berlangsung dengan prinsip langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil. Maka kami Bawaslu akan ikut memastikan agar berjalan aman, tertib dan sehat di tengah pandemi Covid-19 ini," terang Yusuf.

Bawaslu pun, kata Yusuf, berharap kader pengawas partisipatif ini bisa ikut mengawasi jalannya Pilkada sampai pada tahapan terakhir. Termasuk, Bawaslu juga harus memastikan kepada KPU, semua sarana dan perangkat yang dibutuhkan di pilkada terpenuhi.

"Termasuk setiap warga atau pemilih ini hak secara konstitusional dalam menyalurkan hak pilihnya harus kita jamin, terfasilitasi, dan dipastikan untuk bisa memilih. Dan terjamin dengan baik," ungkap Yusuf.

Maka dari itu, lanjut Yusuf, kehadiran Bawaslu ini ingin memastikan agar nanti pada tahapan pemungutan suara bisa berjalan semestinya baik secara elektoral maupun sesuai protokol kesehatan karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

"Maka kita dorong KPU agar tetap menjalankan tahapan Pilkada ini sesuai protokol kesehatan. Jangan sampai pasca selesainya tahapan Pilkada serentak 2020 muncul kluster baru Pilkada. Akibat penyebaran virus Covid-19 ini, kami juga ingatkan petugas Bawaslu bahwa protokol kesehatan menjadi objek pengawasan kita," tambah Yusuf.

Yusuf menambahkan, soal laporan pelanggaran pada Pilkada serentak 2020 khususnya di Jawa Barat, pada umumnya kebanyakan adalah tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh kepala desa dan untuk pelanggaran kode etik itu banyak dilakukan oleh pejabat birokrasi.

"Seperti contoh kasus pelanggaran di Kabupaten Indramayu, ada kepala desa yang melakukan tindak pidana pemilu yang mendukung salah satu pasangan calon, dan sekarang prosesnya sudah divonis bersalah, jadi paling banyak pelanggaran yang dilakukan kepala desa," terang dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Djuanda mengakui Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya juga banyak menerima informasi awal soal temuan indikasi pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh kepala desa yang saat ini tengah dilakukan penelusuran lebih mendalam mengumpulkan syarat formil dan materil.

"Termasuk kami juga banyak menerima laporan tentang netralitas ASN, kepala desa, ada tiga sampai empat laporan awal. Banyak informasi awal yang masuk dan tengah ditelusuri bahkan sudah diklarifikasi seperti indikasi dukungan kepada salah satu pasangan calon oleh para kepala desa di Rajapolah," terang Dodi.

Kemudian, lanjut Dodi, ada juga informasi awal video yang didalamnya ada kepala desa di salah satu kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang menyampaikan dukungan mengajak masyarakat memilih salah satu pasangan calon.

"Maka temuan-temuan ini wajib kami telusuri kebenaran nya, untuk memenuhi syarat formil dan materil supaya tetap diproses. Termasuk yang tujuh kepala desa kita akan dikaji dan akan lanjut dibahas di Gakkumdu atau tidak, terkait pemenuhan syarat formil dan materil," kata Dodi.

Termasuk, ungkap dia, saat ini Bawaslu juga tengah menelusuri kebenaran video pengrusakan spanduk atau baliho salah satu pasangan calon yang terjadi di Kecamatan Salopa.

"Untuk data pelaku pengrusakannya kita sudah dapatkan, termasuk lokasi pengrusakannya, kami turun supaya cepat ditangani, meredam situasi dan kondisi," papar Dodi.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar