Yamaha

Warga Tertular HIV/AIDS di Kota Tasik Meningkat, Banyak dari Gay

  Selasa, 01 Desember 2020   Heru Rukanda
Ilustrasi HIV/AIDS (ACLU/Shutter Stock/ Michael Jung)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Jumlah kasus HIV/ AIDS di Kota Tasikmalaya setiap tahunnya terus bertambah. Sampai saat ini jumlah kasus mencapai 778.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya yang juga Ketua Pokja Penanggulangan HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, saat ini kasus HIV/AIDS banyak ditemukan dari kasus laki-laki suka laki-laki (LSL) alias gay.

“Kasus laki-laki suka laki-laki ini bisa dibilang cukup banyak. Keberadaannya, kan, tidak bisa diketahui dari pakaian. Kalau transgender, kan, jelas kelihatan, tapi LSL ini sulit diketahui,” ujar Yusuf dalam peringatan Hari AIDS Sedunia, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, HIV/AIDS ini sama seperti halnya Covid-19 disebabkan oleh virus. Sejauh ini pun belum ada obat mutakhir yang bisa mengobati penyakit ini. Penderitanya hanya bisa bergantung pada obat tertentu yang memperlambat parahnya penyakit. Kasus ini juga bukan hal yang mudah dalam penanggulangannya.

“AIDS itu kalau tidak diobati akan mengancam terhadap kematian. Makanya kita juga sosialisasikan kepada masyarakat bahwa HIV/AIDS ini bisa menular sehingga harus dicegah,” ucapnya.

Ia menuturkan, setiap tahun ada peningkatan kasus HIV/AIDS rata-rata 15 sampai 20 kasus. Biasanya disebabkan pergaulan bebas yang tidak terkendali. Penularannya bisa karena perilaku seks bebas, penggunaan narkoba suntik (penasun), serta perilaku seks menyimpang.

“Dalam upaya penanggulanan, kami terus berupaya dengan terus turun ke masyarakat mencari informasi. Kalau diketahui ada yang positif HIV/AIDS akan langsung ditangani dengan pemberian obat dan diedukasi tentang bahaya dan pencegahan HIV/AIDS,” ungkapnya.

Yusuf menyebut, wilayah Kota Tasikmalaya yang paling banyak dengan kasus ini antara lain di Kecamatan Tawang, Kecamatan Cihideung, dan Kecamatan Cipedes.

"Penanggulangan HIV/AIDS ini juga harus menjadi tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat. Saya harap adanya kolaborasi untuk menekan angka kasus HIV/AIDS di Kota Tasik," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar