Yamaha

Selepas Pilkada, Kasus Covid- 19 di Kabupaten Tasik Turun 0,02%

  Kamis, 17 Desember 2020   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi pilkada. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Satu pekan terakhir, sebaran kasus Covid-19 mengalami penurunan, meski baru 0,02% saja. Hal ini menunjukan tren yang cukup baik, meski Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu kabupaten/kota di Jawa Barat yang menggelar Pilkada serentak 2020.

Kordinator Humas Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Rudi Sonjaya menjelaskan, data perkembangan evaluasi yang dilakukan pemerintah provinsi Jawa Barat dalam kurun waktu 7 hingga 13 Desember 2020 menyatakan bahwa Kabupaten Tasikmalaya saat ini masuk zona kuning atau kerawanan rendah dengan skor 2,52.

Hal ini pun menunjukan angka kasus Covid-19 mengalami penurunan, meski tidak secara signifikan. Sebelumnya pada 30 November hingga 6 Desember 2020 berada di skor 2,54.

"Kalau melihat evaluasi hasil satgas provinsi Jawa Barat, kita berada di zona kuning. Berdasarkan angka ada penurunan 0,02. Jika kita melihat priode evaluasi tanggal 7 sampai 13 Desember," jelas Rudi melalui sambungan telepon, Kamis (17/12/2020).

Data itu, menunjukkan angka yang cukup baik, di mana pelaksanaan pilkada pada 9 Desember kemarin masuk dalam kurun waktu evaluasi yang dilakukan dari 7-13 Desember. Sedangkan untuk angka kasus di lapangan, hingga Senin 14 Desember, Satgas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 775 kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan 131 pasien masih menjalani isolasi.

"Kita sedikit lega, Kabupaten Tasikmalaya mampu keluar dari zona merah seperti pada satu bulan lalu. Kondisi ini pun diharapkan memicu semangat agar penerapan protokol kesehatan menjadi utama dalam segala aktivitas," ucap Rudi.

Rudi menambahkan, terkait pelaksanaa pelacakan kasus Covid-19 terhadap para petugas pemilu kemarin, pemerintah daerah tugasnya hanya memfasilitasi pelaksanaan rapid test dan swab test, atas dasar permohonan KPU Kabupaten Tasikmalaya. Hal inipun hanya dilakukan satu kali yakni pada sebelum pilkada. Sedangkan setelah pilkada tidak dilakukan upaya tes serupa.

"Kita lakukan rapid dan swab sebelum pilkada, di tingkat kecamatan dan di Setda. Mereka yang reaktif kemudian di swab, dan kita masih menunggu hasilnya," ujar Rudi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar