Yamaha

Kasus Netralitas ASN di Pilkada Tasik Masuk Penyidikan Kepolisian

  Jumat, 18 Desember 2020   Irpan Wahab Muslim
Bawaslu melaksanakan Rapat Sentra Gakkumdu (SG) II bersama penyidik Polres Tasik dan kejaksaan, Kamis (17/12/2020) kemarin.

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menaikan tahapan penanganan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada Pilkada 2020.

Bahkan, perkara dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan kepala dinas tersebut naik ke penyidikan Polres Tasikmalaya setelah disepakati dan dibahas pada Rapat Sentra Gakkumdu (SG) II setelah alat bukti memenuhi unsur materil dan formil sehingga selanjutnya dilimpahkan ke penyidik kepolisian sebelum nanti naik ke penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya untuk persidangan.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin menjelaskan, Bawaslu sudah melaksanakan Rapat SG II bersama penyidik Polres Tasikmalaya dan kejaksaan, Kamis (17/12/2020). Pembahasannya, kata Khoerun, terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh Kepala Dinas Satpol-PP Iwan Ridwan.

“Kesimpulannya perkara dugaan pelanggaran netralitas ASN ini naik ke tahap penyidikan oleh penyidik Polres Tasikmalaya. Selanjutnya akan ditangani oleh penyidik dari Satreskrim. Ketika memenuhi unsur pidana pemilu dalam penyidikan kepolisian nanti naik ke kejaksaan,” terang Khoerun, Jumat (18/12/2020)

Selain itu, tambah Khoerun, dalam SG II ini, dibahas empat laporan dan informasi awal yang sudah masuk ke Bawaslu. Keempat laporan tersebut sudah naik ke tahap klarifikasi
dan akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan.

Keempat laporan tersebut, terang Khoerun, yakni pertama dugaan pelanggaran politik uang yang terjadi di Kecamatan Cigalontang. Kedua dugaan pelanggaran ASN yang dilakukan kepala desa di Kecamatan Cisayong. Ketiga dugaan politik uang di Kecamatan Pancatengah dan keempat pelanggaran kampanye di luar jadwal.

“Pelanggaran kampanye di luar jadwal yakni memakai atribut partai di hari pemungutan suara terjadi di Kecamatan Leuwisari. Informasi detailnya, siapa yang melakukan keempat pelanggaran tersebut, nanti setelah kita klarifikasi kepada yang bersangkutan,” jelas Khoerun.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Azis Firdaus menambahkan, kasus dugaan pelanggaran pemilu yang sudah masuk ke penyidik Polres Tasikmalaya sudah ada tiga perkara, yakni pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh Camat Jatiwaras, kemudian oleh Kepala Desa Sukagalih, Kecamatan Sukaratu, dan terakhir oleh Kepala Dinas Satpol-PP Kabupaten Tasikmalaya.

“Pelanggarannya seperti Camat Jatiwaras dalam kegiatan panitia pemilihan desa atau kelurahan ada alat bukti audio suara terekam adanya ajakan untuk memilih salah satu pasangan calon, kemudian kepala Desa Sukagalih juga sama ada ajakan memilih calon dan kepala Satpol-PP, memposting gambar nomor salah satu calon yang ada petunjuk untuk memilihnya,” ungkap Ahmad Azis.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar