Yamaha

Bukan Klaster Pilkada, Ledakan Kasus Covid-19 Kabupaten Tasik Dipicu Keluarga

  Senin, 21 Desember 2020   Irpan Wahab Muslim
Data kasus Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya 21 Desember 2020 per 11.24 WIB.

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Berdasarkan data dari Satgas Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, angka terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.005 orang. 860 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 128 orang masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Atang Sumardi mengatakan, kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 naik cukup signifikan. Namun dia membantah, kenaikan kasus disebabkan pelaksanaan atau klaster pilkada.

"Bukan, bukan klaster pilkada, tapi klaster keluarga. Klaster itu yang memicu kenaikan angka Covid-19 di kita," ujar Atang, Senin (21/12/2020).

Klaster keluarga, lanjut Atang, dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan atau 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Karena tadi, kesadaran dalam penerapkan prokes di tengah keluarga masih kurang sadar," ucap Atang.

Atang mengungkapkan, dari sekian banyak kasus penyebaran Covid-19, yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, kasus terbanyak ada di Kecamatan Singaparna. Penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini juga terjadi ketika ledakan kasus di pondok pesantren.

"Kemudian setelah diadakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), operasi yustisi dan selalu tracking kontak dan sistem pengawasan di puskesmas bagi yang isolasi mandiri, dibuka karantina terpusat di Wisma Haji, Puskesmas Cipatujah, Manonjaya, Karangnunggal," papar dia.

Atang menambahkan, memang saat ada tenaga kesehatan (nakes) atau petugas lab yang terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD SMC sehingga tes lab PCR sempat dihentikan sementara untuk sterilisasi. Namun sekarang sudah berjalan kembali.

"Namun tetap ada kapasitas nya lab 96 orang 2 kali, karena tim yang ada di lab-nya ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 maka dibatasi. Biasanya sekali running 96 orang sebanyak empat kali. Kalau sekarang hanya 96 orang sebanyak dua kali," tambah Atang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar