Yamaha

6 Perakit dan Penjual Senpi Ilegal Diringkus di Ciamis

  Rabu, 30 Desember 2020   Fichri Hakiim
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar meringkus pelaku perakit sekaligus penjual senjata api ilegal di Ciamis, Jawa Barat. Dalam kasus ini, sebanyak 6 tersangka diamankan petugas kepolisian. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)
BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar meringkus pelaku perakit sekaligus penjual senjata api ilegal di Ciamis, Jawa Barat. Dalam kasus ini, sebanyak 6 tersangka diamankan petugas kepolisian. 
 
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, keenam tersangka tersebut diamankan pada  23 Desember 2020. 
 
"Tersangka ditangkap di Ciamis, lalu kita kembangkan ke Garut, Cikampek hingga Kuningan. Nah, dari enam yang diamankan, tiga di antaranya juga memproduksi senjata api secara ilegal," ujar Erdi di Polda Jabar dikutip dari Ayobandung.com, Rabu (30/12/2020). 
 
Para tersangka yang diamankan di antaranya berinisial DRJ alias A (46) warga Kabupaten Ciamis, ASU (28) warga Kabupaten Ciamis, IN (21) warga Kabupaten Ciamis, SU (38) warga Kabupaten Ciamis, DS (66) warga Kabupaten Kuningan, dan terkahir SE (29) warga Kabupaten Garut. 
 
"Ya, jadi ini hasil operasi kita, dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru, guna memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat, serta supaya Jabar dalam kondisi aman," tuturnya. 
 
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 6 pucuk senjata api laras panjang jenis LE, 5 buah magazine, 2 buah mata bor, beberapa bahan peralatan untuk membuat senjata api, 44 butir peluru ukuran kaliber 7,62 mm, lalu 68 butir peluru ukuran kaliber 5,56 mm dan 10 butir peluru kaliber 9 X 19 mm.
 
Erdi menjelaskan, motif dari para pelaku yaitu masalah ekonomi, mereka hanya membuat dan memperjual belikan senjata api tersebut. 
 
"Sejauh ini para tersangka tidak ada kaitannya dengan radikalisme dan terorisme. Namun masih kita dalami," jelasnya. 
 
Dalam kasus ini, para tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang senjata api. Kemudian, Pasal 55, 56 KUHP Jo Pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951. Para tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya selama 20 tahun. 
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar