Yamaha

Penjual Chicken Meninggal di Kontrakan, Sempat Keluhkan Mati Rasa dan Penciuman

  Senin, 04 Januari 2021   Heru Rukanda
Tim identifikasi Polresta Tasikmalaya memakai APD lengkap saat melakukan olah TKP penemuan mayat dalam kontrakan di Kampung Gunung Salikur, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Senin (4/1/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

PURBARATU, AYOTASIK.COM -- Warga Kampung Gunung Salikur, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan ditemukannya seorang penghuni kontrakan yang meninggal di dalam kontrakannya, Senin (4/1/2021).

Penghuni kontrakan bernama Endang Suherman (58) ditemukan meninggal sekitar pukul 14.30 WIB oleh warga yang curiga lantaran korban tidak kunjung keluar dari kontrakan.

Salah seorang warga, Aah Komariah (51) mengatakan, korban semalam sempat mengeluhkan sakit dada kepada warga. Korban juga bercerita bahwa badannya sakit dan mati rasa serta hidungnya tidak bisa mencium bau-bauan.

"Saya kan panggilnya Abah. Abah itu sebelumnya ke Bekasi selama tiga hari pada 25 Desember dan pulang 27 Desember 2020. Setelah itu dia sempat mengeluhkan sakit ke warga. Saya suruh ke rumah sakit untuk diperiksa tapi gak mau takut disuntik, mati," ujar Aah, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, korban yang sehari-hari berjualan ayam goreng atau fried chicken tersebut sempat berjualan seusai pulang dari Bekasi. Namun, sakit pada Rabu (30/12/2020) hingga akhirnya ditemukan meninggal.

"Waktu dagang juga korban ini sudah sakit. Bahkan ke pembeli dan saya juga sempat bilang jangan dekat-dekat ke korban, takutnya Corona dan akan isolasi mandiri kata Endang ke saya," ucap Aah.

Sementara itu, orang yang dipercaya pemilik kontrakan untuk mengurus kontrakan, Nendah mengatakan, korban sekitar 2 bulan mengontrak sendirian.

"Korban ke Bekasi katanya mau nengok anaknya. Di Bekasi selama tiga hari dan pulang mengeluhkan sakit," ujarnya.

Kapolsek Cibeureum AKP Suyitno mengatakan, dari keterangan warga memang benar korban ini sempat mengeluhkan sakit setelah pulang dari Bekasi.

"Jadi korban itu sakit gejalanya seperti Covid-19. Saat ini kami menunggu tim satgas untuk pemulasaraannya langsung di TKP," ujar Suyitno.

Ia menuturkan, pihaknya langsung pasang garis polisi agar warga tidak mendekat. "Tadi sudah ada tim medis dan dipastikan korban sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi telentang," ucapnya.

Suyitno meminta agar warga yang sempat kontak dengan korban untuk tidak berinteraksi dengan yang lain sebagai langkah pencegahan.

"Saya harap tim satgas melalukan tracing untuk mencegah adanya penularaan karena korban mengalami sakit dengan gejala mirip warga," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar