Yamaha

Motor Matic Sering Dicuri, Maling: Banyak yang Minat, Mudah Dijual

  Rabu, 06 Januari 2021   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi curanmor. (ist)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Dibekuknya tiga orang residivis curanmor atas nama DM alias A (25), SW alias G (25), IR (25) warga Cikalong oleh anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya memunculkan fakta baru. Diketahui, motor jenis matic menjadi sasaran empuk para pencuri kuda besi ini.

Hal itu terungkap dari mulut salah satu pelaku SW alias G (25) saat ekspose kasus curanmor di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (6/1/2021). SW mengaku, dari 12 aksi pencurian di 12 TKP berbeda, motor matic menjadi sasaran empuk karena berbagai alasan.

SW memaparkan, alasan motor jenis matic menjadi sasaran pencurian karena mudah dioperasikan dan tidak harus lama membawa lari. Terlebih lagi, motor jenis matic sangat mudah dijual karena seringkali dicari oleh pembeli.

AYO BACA : Mobilitas Masyarakat Tinggi Picu Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya

"Rata-rata matic pak, karena mudah dibawa langsung tancap gas. Jualnya juga mudah. Beda sama motor bebek," ucap SW.

Dalam setiap aksinya, lanjut SW, komplotannya selalu membidik kendaraan matic yang terparkir di pinggir jalan. Untuk membobol kontak kunci, dibutuhkan setidaknya lima detik hingga motor menyala dengan menggunakan kunci leter T yang sudah dimodifikasi.

"Buka kuncinya paling lama 10 detik kalau ada penutupnya. Paling cepat 5 detik habis itu langsung kabur, " ujar SW.

AYO BACA : 22 Puskesmas di Kota Tasik Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19

Harga untuk satu motor matic hasil curian, dijual dengan harga Rp2 hingga Rp3 juta rupiah per unit.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP. Hario Prasetyo Seno membenarkan, jika komplotan SW ini merupakan spesialis curanmor. Dalam dua bulan saja, setidaknya sudah ada 12 unit motor yang sudah dicuri.

Hario mengingatkan kepada warga untuk tidak tergiur dengan harga motor murah. Karena bisa jadi, motor itu merupakan hasil curian.

"Yang beli pun bisa terkena pasal penadahan, jadi kami ingatkan kepada warga agar tidak tergoda dengan harga motor murah karena bisa jadi mengantarkan ke jeruji besi, " ujar Hario.

AYO BACA : Pemprov Jabar Bahas Kebijakan Pusat soal PSBB Jawa-Bali

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar