Yamaha

Ini Syarat Wisatawan Masuk Jabar Selama PSBB 11-25 Januari

  Senin, 11 Januari 2021   Nur Khansa Ranawati
Petugas gabungan dari jajaran Polisi, TNI, dan Satpol PP melakukan operasi yustisi untuk meningkatkan kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai covid-19 di Alun-Alun Cimahi, Kota Cimahi, Rabu (23/9/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Mulai Senin (11/12/2021), sebanyak 20 daerah di Jawa Barat akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Terdapat sejumlah aturan yang berubah terkait pengetatan kegiatan masyarakat, termasuk untuk para pelaku perjalanan atau wisatawan.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad mengatakan, pelaku perjalanan yang akan memasuki wilayah Jabar harus memenuhi berbagai ketentuan. Pertama, bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing dan patuh terhadap regulasi yang berlaku.

Kedua, pelaku perjalanan pun harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab dengan metode PCR ataupun rapid test antigen. Surat tersebut harus dikeluarkan paling lama tiga hari sebelum keberangkatan menuju Jabar.

"Selama berada di Jabar wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku," ungkapnya dikutip dari Ayobandung.com.

"Bagi pelaku perjalanan yang berangkat dari Jabar, surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Jabar," jelasnya.

Aturan ini dimuat dalam Surat Edaran Nomor: 72/KS.13/HUKHAM tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar. Isinya mengatur tentang tata laksana pelaksanaan pembatasan kegiatan yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

Dalam surat edaran tersebut juga diatur pelarangan kegiatan belajar mengajar tatap muka, operasional sektor esensial dan kebutuhan pokok masyarakat juga konstruksi,hingga pengaturan kapasitas serta protokol kesehatan di pusat kegiatan warga seperti mal dan restoran.

"Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara dan penanggungjawab fasilitas umum yang melaksanakan kegiatan wajib melaksanakan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, membatasi interaksi fisik dan menjaga jarak, sampai mengindari kerumunan," jelasnya.

Dia mengatakan, bagi pihak yang kedapatan melanggar aturan-aturan yang tertuang dalam surat edaran ini akan dikenakan sanksi.

"Pihak yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan Peraturan Gubernur Jabar Nomor 60 Tahun 2020," ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar