Yamaha

Mandalagiri, Desa Perajin Bambu di Tasikmalaya Sejak Zaman Belanda

  Rabu, 13 Januari 2021   Irpan Wahab Muslim
Para perajin anyaman bambu di Tasikmalaya tengah bekerja. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

LEUWISARI, AYOTASIK.COM -- Desa Mandalagiri di Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam bidang kerajianan terutama berbahan dasar bambu. Dari total 6 ribu jiwa, sebanyak 40 persennya menggantungkan hidup dari kerajinan bambu.

Kades Mandalagiri Dadih Leo menuturkan, sejak masa kolonial Belanda sekitar tahun 1940 masyarakat desa Mandalagiri sudah memanfaatkan bambu sebagai bahan kerajinan, seperti tampir, boboko, dan besek atau pipiti. Hal itu lantaran, wilayah di lereng gunung Galununggung ini banyak ditumbuhi oleh pohon bambu.

"Dari dulu, dari zaman Belanda. Saya juga dapat informasi itu dari orang tua saya. Sampai saat ini masih berjalan," ucap Dadih yang ditemui di kantornya, Rabu (13/1/2021).

Dadih menambahkan, keahlian membuat kerajinan diwariskan secara turun temurun. Namun sejak tahun 2000-an, regenerasi perajin bambu mulai sulit dilakukan mengingat banyaknya generasi muda yang memilih merantau ke luar daerah untuk mencari pekerjaan.

AYO BACA : Dadih Leo, Preman Pensiun Yang Jadi Kepala Desa Mandalagiri Tasikmalaya

Padahal, kata Dadih, kerajinan bambu bisa menjadikan ladang mencari pundi-pundi rupiah. Jika mengikuti perkembangan pasar dan bersaing dengan kerajinan dari luar daerah.

"Contohnya pak Oman, dia mampu bersaing bahkan sampai export ke luar negeri. Kerajinan ini potensi besar bagi desa kami," ucap Dadih.

Bahkan, kata Dadih, ia berkeinginan menjadikan Desa Mandalagiri sebagai sentra kerajinan bambu di Kabupaten Tasikmalaya seperti Kecamatan Rajapolah yang namanya lebih dulu menggema sebagai sentra kerajinan.

Untuk mencapai keinginan itu, lanjjut Dadih, pihak desa terus mendorong para perajin untuk berkarya dengan memfasilitasi mengusulkan kepada pemerintah daerah beberapa bantuan. Usaha itupun tidak sia sia dengan diberikannya bantuan alat produksi kerajinan pada tahun 2019 lalu.

"Generasi muda juga mulai kami ajarkan, agar mereka bisa dan mau menggeluti kerajinan bambu ini. Jangan sampai Desa Mandalagiri sebagai tempat para perajin bambu tersisa namanya saja," ucap Dadih.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar