Yamaha

2 Hari PPKM di Kota Tasik, Warga dan Tempat Usaha Terciduk Melanggar

  Kamis, 14 Januari 2021   Republika.co.id
Suasana malam Kota Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya mencatat dalam 2 hari pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 11-12 Januari, terdapat 69 warga tak memakai masker dan delapan tempat usaha melanggar ketentuan operasional.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan, dari 69 orang yang tak pakai masker, tiga orang di antaranya dikenakan sanksi denda dan sisanya dikenakan sanksi sosial. Sementara delapan tempat usaha dikenakan sanksi peringatan tertulis.

"Kita belum sampai melakukan penutupan tempat usaha selama PPKM," kata dia, Kamis (14/1).

Menurut dia, selama dua hari penerapan PPKM, petugas di lapangan lebih mengedepankan sosialisasi dan edukasi dalam penindakan pelanggaran, khususnya kepada para pengelola tempat usaha. Sebab, aturan PPKM sangat mendadak dilaksanakannya.

"Kemarin kan kita sudah buat edaran yang isinya pelonggaran, tapi- tiba-tiba ada instruksi untuk PPKM. Jadi sosialisasi lagi," kata Yogi.

Ia menambahkan, para pelaku usaha masih banyak yang beralasan belum mengetahui penerapan PPKM di Kota Tasikmalaya. Karenanya, petugas di lapangan harus melakukan sosialisasi ke para pengelola tempat usaha.

Yogi mengatakan, pada PPKM kali ini para pelaku usaha juga harus kembali mengaktivasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tempatnya masing-masing. Jika nantinya ditemukan tak ada satgas mandiri, petugas akan memberikan sanksi.

Saat ini, pihaknya juga sedang menyusun poin-poin yang harus dipenuhi para pelaku usaha selama menjalankan usahanya. Sebab, selama ini terdapat pelaku usaha yang tak terima karena merasa menerapkan protokol kesehatan.

"Nanti jadi ada list-nya. Kalau ada yang dilanggar, ya diperingatkan," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan, Kota Tasikmalaya, Firmansyah mengatakan, dalam penerapan PPKM penekanan untuk pelaku usaha adalah mengaktivasi kembali satgas Covid-19 mandiri. Setiap tempat usaha harus secara mandiri menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengimplementasikan aturan yang ada, termasuk pembatasan waktu operasional.

"Mereka kan sudah punya gugus tugas mandiri. Itu aktifkan kembali agar pengawasan jalan," kata dia.

Ia menegaskan, sanksi kepada tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan tetap berlaku. Karenannya, para pelaku usaha harus mengikuti aturan yang ada.

"Sanksi sudah ada, sesuai perwalkot. Sanksinya itu dari terugan, penutupan sementara, sampai pencabutan izin usaha," kata dia.

Kendati demikian, berdasarkan data Satpol PP Kota Tasikmalaya, hingga saat ini belum ada tempat usaha yang dikenakan sanksi penutupan permanen atau pencabutan izin. Sejak Perwalkot Tasikmalaya yang mengatur menganai sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan berlaku pada Agustus, sebanyak 182 tempat usaha diberikan sanksi peringatan tertulis dan 116 tempat usaha dikenakan sanksi penutupan sementara.

Sementara Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0612/Tasikmalaya, Mayor Inf Chandra Suhendra mengatakan, setiap pengusaha di Kota Tasikmalaya wajib menyediakan atau membentuk satgas Covid-19. "Satgas Covid-19 di setiap tempat usaha wajib memberlakukan protokol kesehatan, mulai dari pengecekan suhu, menyediakan hand sanitizer, dan lainnya," kata dia.

Ia menambahkan, setiap tempat usaha, khususnya tempat makan, membatasi pengunjung dalam satu meja. Jika memungkinkan, tempat makan diimbau tak melayani makan di tempat.

"Selama PPKM semua harus menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan, karena bila tidak akan ada tindakan tegas dari petugas," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar