Yamaha

Ini Akibat Jika Kendaraan Menggunakan Knalpot Bising

  Sabtu, 16 Januari 2021   Heru Rukanda
Satlantas Polresta Tasikmalaya menindak kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot bising di Jalan KH. Zaenal Mustofa, di depan areal Taman Kota Tasikmalaya, Sabtu (16/1/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda).

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Penertiban knalpot bising di Kota Tasikmalaya terus dilakukan pihak kepolisian. Pada saat operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan, petugas kerap kali mendapati kendaraan roda 2 khususnya yang menggunakan knalpot bising.

"Banyak laporan masyarakat ke kami soal knalpot bising dan memang sangat meresahkan. Menindaklanjuti laporan tersebut, kami pun terus melakukan penertiban knalpot bising," ujar Kasat Lantas Polresta Tasikmalaya AKP Bayu Tri Nugraha, Sabtu (16/1/2021).

Menurut Bayu, masyarakat harus tahu bahwa penggunaan knalpot bising yang dijual di toko aksesoris atau knalpot bobokan untuk sepeda motor standar dan pemakaian harian dapat menyebabkan efek samping terhadap mesin.

Masyarakat mesti berpikir ulang sebelum mengganti knalpot standar pabrikan dengan knalpot racing atau bobokan dan membandingkan sisi keuntungan dan kerugian dari menggunakan knalpot non standar tersebut.

"Dari sisi performa memang bisa mengail tenaga dan torsi, tapi banyak juga kerugian memasang knalpot ala balap ini,"ucapnya.

Ia menuturkan, penggunaan knalpot racing pada motor standar sebenarnya tidak direkomendasikan dan dapat menghilangkan garansi mesin. Selain itu, tidak semua knalpot yang dijual di pasaran bisa menambah akselerasi dan juga kecapatan.

Penggantian tanpa adanya penyesuaian setting mesin dan penggantian part kelistrikan hanya akan membuat suara bising ditelinga, serta membuat motor menjadi lebih boros dalam penggunaan bahan bakar.

"Kebanyakan orang yang menggunakan knalpot racing hanya membuat mesin motor menjadi lebih cepat panas karena pembakaran kering. Jika hal ini dibiarkan tentunya akan mempercepat keausan pada komponen ring piston atau ring seher," tuturnya.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan, mesin motor bisa saja ngelitik di mana proses pembakaran di dalam ruang silinder mesin tidak sempurna sehingga menimbulkan getaran ketika mesin sedang bekerja karena suhu panas. Bila pembakaran yang kering ini dibiarkan bisa menyebabkan pemuaian dan celah klep akan menjadi lebih longgar, sehingga efeknya terjadi letupan atau nembak saat kabel gas di lepas.

"Penggunaan knalpot bising secara berkala selama bertahun-tahun bisa mengakibatkan gangguan pendengaran. Suara bising itu memang tidak terasa dalam waktu dekat, tapi dampaknya mulai terasa setelah lima tahun dan biasanya orang tersebut akan berkurang pendengarangan atau budek,"jelas Bayu.
Ia menambahkan, selama dirinya berdinas di Kota Tasikmalaya sejak Agustus 2020, pihaknya sudah mengamankan ratusan knalpot bising."Lebih dari 500 buah knalpot bisinh yang kami sita," pungkasnya.


 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar