Yamaha

Kota Tasik Catat 5.383 Pelanggar Prokes, 118 Tempat Usaha Ditutup Sementara

  Minggu, 17 Januari 2021   Heru Rukanda
Pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi sosial dengan menyapu sampah di Taman Kota Tasikmalaya, Minggu (17/1/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya mencatat, sedikitnya ada 5.383 pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama penegakan disiplin prokes sejak Agustus 2020 hingga pertengahan Januari 2021.

Kepala bidang (Kabid) Ketertiban Umum (tibum) dan Ketentraman Masyarakat (tranmas) Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan, pelanggaran prokes didominasi oleh orang-orang yang tidak memakai masker.

"Jumlah pelanggaran tidak pakai masker itu sebanyak 5.383 orang," ujar Yogi, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya, para pelanggar prokes terutama yang tidak memakai masker rata-rata beralasan lupa dan perjalanan dekat. Kendati demikian, ia tetap memberikan sanksi sebagai konsekuensi pelanggaran.

"Ya kita berikan sanksi baik sanksi sosial atau denda," ucapnya.

Ia menuturkan, untuk pelanggaran jam operasional pihaknya mencatat ada 184 pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola atau pelaku usaha.

"Bagi pelaku usaha yang melanggar jam operasional kami berikan teguran tertulis. Namun, apabila membandel maka diberikan sanksi penutupan sementara,"tuturnya.

Yogi menyebut, hingga pertengahan Januari 2021 ini, sedikitnya 118 tempat usaha yang diberi sanksi penutupan sementara karena masih melakukan pelanggaran jam operasional.

Di awal penerapan jam operasional yakni pukul 23.00 WIB, kemudian diturunkan menjadi pukul 21.00 WIB bahkan sampai pukul 20.00 WIB. Setelah itu jam operasional dilonggarkan kembali hingga pukul 22.00 WIB, dan terakhir berdasarkan Surat Edaran (SE) terbaru, Nomor: 360/SE-771. BPBD/2021 diturunkan kembali menjadi pukul 19.00 WIB seiring dengan pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Jadi dalam sepekan PPKM di Kota Tasik, kami juga sekaligus menyosialisasikan jam operasional yang baru yakni pukul 19.00 WIB," tuturnya.

Ia menambahkan, selain menerapkan sanksi sosial, pihaknya juga menerapkan sanksi denda sebesar Rp50.000 kepada pelanggar. Setidaknya ada 332 pelanggar prokes yang memilih sanksi denda ketimbang sanksi sosial berupa menyapu jalanan atau taman.

"Ya mungkin karena malu dikasih sanksi sosial sehingga memilih sanksi denda. Namun, ada juga yang memilih sanksi sosial karena tidak bawa uang atau tidak mau ribet bayar ke ATM karena jaraknya jauh atau harus mengantre di bank. Kami tidak menerima titipan sanksi denda karena khawatir adanya fitnah," ungkapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar