Yamaha

RSUD Dewi Sartika Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Ditolak Warga

  Minggu, 17 Januari 2021   Heru Rukanda
Spanduk penolakan RSUD Tipe C Dewi Sartika Kota Tasikmalaya dijadikan tempat isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terpasang di depan rumah sakit, Sabtu (16/1/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

KAWALU, AYOTASIK.COM -- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C Dewi Sartika di Kawalu mendapat penolakan warga sekitar. Bahkah di depan rumah sakit terpasang sepanduk penolakan karena lokasinya yang sangat dekat dengan fasilitas publik yakni kantor Kecamatan Kawalu.

Ketua RW 07, Kampung Kawalu, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Suparlan mengatakan, penolakan rumah sakit dijadikan ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu lantaran belum adanya sosialisasi kepada masyarakat, terlebih lokasinya dekat dengan kantor kecamatan yanf yang merupakan fasilitas publik.

"Tidak ada sosialisasi dari instansi terkait khususnya dari dinas kesehatan, bahkan dari pihak kecamatan maupun kelurahan," ujar Suparlan, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya, warga meminta adanya koordinasi dan sosialisasi terkait dampak rumah sakit dijadikan lokasi isolasi. Masyarakat belum tahu apakah ada dampak atau tidak kalau rumah sakit dijadikan lokasi isolasi.

"Kami menunggu itu dari pemerintah," ucapnya.

Ia menuturkan, pemasangan spanduk itu sebagai bentuk shok terapi atau peringatan. Sejauh ini belum ada koordinasi dan sosialisasi baik dari lurah, Camat, maupun dinas kesehatan.

Kendati kasus Covid-19 memang ada di Kawalu, tapi yang ditakutkan masyarakat itu dampaknya rumah sakit dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 karena masyarakat tidak tahu.

"Saya menunggu koordinasi dan sosialisasi. Saya liat di media bahwa rumah sakit mau dipakai tempat isolasi. Harus ada tatakrama, tepo seliro gitu. Di sini juga ada pemerintahan dan masyarakatnya."tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, masyarakat tidak akan terdampak dengan keberadaan RSUD Tipe C Dewi Sartika yang bakal digunakan sebagai lokasi isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Itu sangat aman tidak akan berdampak ke masyarakat sekitar, karena sifat virus ini bukan airbone tapi droplet jarak dekat. Jadi jangan khawatir masyarakat terkena dampak," ujar Yusuf, Minggu (17/1/2021).

Ia menegakan, pihaknya akan mengintruksikan dinas kesehatan, camat dan lurah untuk melakukan sosialisasi secepat mungkin ke masyarakat mengenai Covid-19.

"Saya minta dinas kesehatan bersama dinas lainnya serta kecamatan dan kelurahan untuk segera lakukan sosialisasi ke masyarakat,"ucapnya.

Ia menambahkan, penggunaan rumah sakit ini juga karena tidak ada lagi tempat untuk tempat isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

"Saya harap masyarakat juga mengerti akan kondisi pandemi saat ini meski Kota Tasik kini sudah keluar dari zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga Minggu (17/1/2021) jumlahnya mencapai 2.690 kasus. Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 7 kasus dengan kasus aktif sebanyak 485 kasus.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar