Yamaha

Korban Dugaan Pemerkosaan Ayah Kandung Sudah Menikah

  Minggu, 24 Januari 2021   Heru Rukanda
OS (50) terduga pelaku pemerkosaan saat dimintai keterangan di ruang penyidik Satreskrim Polresta Tasikmalaya, Sabtu (23/1/2021). (Ayotasik.com/Ist)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Kapolsek Cisayong AKP Ajat Sudrajat mengatakan, korban dugaan pemerkosaan ayah kandungnya sudah memiliki suami dan satu anak. Korban ditinggalkan suaminya sejak Mei 2020.

"Korban ini ibu rumah tangga (IRT) dengan satu anak. Namun, suaminya pergi dan tak pernah kembali hingga kini," ujar Ajat, Minggu (24/1/2021).

Menurutnya, peristiwa dugaan perkosaan tersebut terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Terduga pelaku berinisial OS (50) adalah duda karena istrinya meninggal sejak Mei 2020.

"Terduga pelaku ini mengancam korban akan dicekik jika tidak mau melayani. Karena takut dan tak berdaya, korban pun terpaksa melayani bapaknya," ucapnya.

Ia menuturkan, perbuatan terduga pelaku dilakukan sejak istrinya meninggal pada Mei 2020 hingga Januari 2021. "Korban kini sedang hamil 2 bulan," tuturnya.

Sebelumnya, Seorang ayah di Sukahening Tasikmalaya tega mencabuli anak kandungnya hingga hamil 2 bulan. Perbuatan bejat terduga pelaku berinisil OS (50) tersebut dilakukan di rumahnya sejak Mei 2020 hingga Januari 2021.

AKP Ajat mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya dugaan tindak pidana persetubuhan dengan ancaman yang diduga dilakukan seorang ayah kandung terhadap anaknya di wilayah Kecamatan Sukahening.

Pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan terduga pelaku. "Kami amankan terduga pelaku di rumahnya," ujar Ajat, Minggu (24/1/2021).

Menurutnya, dari laporan yang diterimanya bahwa terduga pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban yang merupakan anak kandungnya dengan ancaman.

"Jadi korban itu takut dan tidak berdaya kalau tidak mau melayani diancam akan dicekik," ucapnya.

Mantan Kasat Lantas Polresta Tasikmalaya tersebut menuturkan, karena kasusnya tentang pidana persetubuhan dan perlindungan anak dan perempuan, maka pihaknya melimpahkan kasus tersebut ke unit perlindungan perempuan dan anak Satreskrim Polresta Tasikmalaya.

"Kami antarkan korban untuk membuat laporan polisi di Polresta Tasikmalaya dan terduga pelakunya kami serahkan ke satreskrim untuk penanganan kasusnya," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar