Yamaha

Pemerintah Akui Puluhan Ribu Desa Belum Terjamah Internet

  Kamis, 18 Februari 2021   Suara.com
ilustrasi pedesaan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Masih banyak daerah di Indonesia belum bisa menerima akses jaringan internet. Malah menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, jumlahnya ada sekitar 20 ribu desa dari 75 desa di Indonesia.

Padahal, kata Sri, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, peranan teknologi menjadi sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

"Ada sekitar 20 ribu desa dari 75 ribu desa di Indonesia yang belum memiliki akses internet," ucap Sri Mulyani dalam acara webinar bertajuk 'Infrastructure, Technology, and Finance for Sustainable and Inclusive Development in Asia', Kamis (18/2/2021).

Sri Mulyani menuturkan, mungkin di wilayah Pulau Jawa dan Jakarta, akses internet bukan barang mewah karena pembangunan infastruktur sudah sangat baik, namun untuk di desa lain ceritanya.

"Di Jawa dan Jakarta, infrastruktur yang sudah terbangun relatif cukup baik untuk mendukung bisnis maupun perusahaan untuk beralih ke Work From Home," katanya.

Oleh karena itu kata dia pembangunan infrastruktur yang merata sangat penting untuk dilakukan, termasuk juga pembangunan infrastruktur untuk menunjang akses internet.

"Bagi pemerintah Indonesia yang memfokuskan pembangunan infrastruktur untuk memastikan konektivitas yang terjalin tidak lagi menjadi kendala. Perlu adanya kondisi agar Indonesia dapat membangun secara inklusif," katanya.

Maka dari itu, dia menegaskan ketersediaan infrastruktur bisa digunakan untuk menghadapi berbagai isu yang terjadi mulai dari pandemi, perubahan iklim, maupun distrubsi teknologi. Tanpa infrastruktur yang memadai maka sulit bagi negara menghadapi berbagai isu tersebut.

"Infrastruktur dalam hal ini bisa dalam bentuk jalan, listrik, telekomunikasi, pelabuhan, bandara, atau juga air, sanitasi, itu semua sangat penting," kata dia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar