Yamaha

BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Gelombang Tinggi

  Senin, 22 Februari 2021   Editor
ilustrasi gelombang tinggi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi peningkatan gelombang tinggi di sejumlah perairan di wilayah Indonesia, sekira 2,5 hingga 4 meter. Alarm kewaspadaan itu untuk periode 19-24 Februari 2021.

Potensi gelombang tinggi, dicatat BMKG, bisa terjadi di Perairan utara Sabang-Selat Malaka bagian utara, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Pulau Enggano, Perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga NTB.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo juga menyebutkan gelombang laut dengan ketinggian yang sama berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, Perairan Kepulauan Bintan, dan Selat Makassar bagian selatan.

Lalu di Laut Maluku bagian Utara, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Halmahera Barat, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Manokwari, Perairan barat Biak, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kai-Kepualaun Aru, Laut Arafuru bagian timur, dan selatan Merauke.

"Kemudian adanya potensi gelombang sangat tinggi antara 4-6 meter yang berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat," sebut dia, mengutip laman resmi BMKG, Senin (22/2/2021).

Sedangkan ketinggian Laut Jawa meski hanya 1,25-2,5 meter atau berkategori sedang tetap perlu diwaspadai terutama bagi aktivitas nelayan.

"Selain itu juga perlu diwaspadai adanya potensi pasang surut harian air laut yang berbarengan dengan curah hujan tinggi yang dapat menghambat air hujan ke laut utamanya di Jakarta Utara, pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar