Yamaha

Antisipasi Risiko Dampak Bencana, BPBD Kota Tasik Bakal Tingkatkan Kapasitas Katana

  Senin, 22 Februari 2021   Heru Rukanda
Pohon tumbang menimpa rumah warga di wilayah Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, saat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (8/1/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIBEUREUM, AYOTASIK.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya bakal meningkatkan kapasitas Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) seiring dengan semakin intensifnya kebencanaan di Kota Tasikmalaya.

Keberadaan Katana nantinya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebencanaan, sehingga masyarakat paham dan bisa mengenali bahayanya untuk mengurangi risikonya.

"Prioritas kami adalah bagaimana menciptakan kelembagaan di masyarakat sehingga terbentuk kelurahan tangguh bencana," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki 69 kelurahan, sehingga jika terbentuk katana disetiap kelurahan akan mampu memberikan edukasi dan pemahaman soal kebencanaan kepada masyarakat.

"Katana nantinya mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan sehingga masyarakat bisa mengenali bahayanya untuk mengurangi risikonya. Sebab bencana alam ini bukan tanggung jawab BPBD, tapi bencana adalah urusan bersama," ucapnya.

Ucu menjelaskan, dalam konsep penanganan bencana pentahelix (lima jalinan) ada 5 unsur yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa, kesemuanya memiliki tanggung jawab langsung terhadap kebencanaan yang terjadi. 

"Pentahelix ini akan menjadi solusi, di mana kebencanaan akan ditangani oleh semua komponen sehingga terjadi sinergitas dan kerjasama yang baik demi menghindari kerugian materil maupun jiwa," kata dia.

Untuk mengantisipasi bencana, BPBD akan mengendepankan mitigasi dan kebencanaan kendati bencana alam adalah bencana yang tidak bisa dihindari, tapi harus segera dikenali untuk mengurangi risiko.

"Mari kita menjaga alam dan pasti alam akan menjaga kita," ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan, pemerintah akan melakukan penekanan lebih terhadap pencegahan, terutama dalam mengedukasi semua pihak  agar peduli terhadap bencana sehingga masyarakat bisa mendeteksi hal-hal yang bisa berpotensi menimbulkan bencana.

Pihaknya akan mendorong perilaku yang bersahabat dengan bencana, misalnya tidak buang sampah ke selokan,  memperlakukan tanah kritis dengan menanam pohon agar tak terjadi longsor, dan memangkas pohon yang berpotensi tumbang.

"Jangan ditebang, karena kita juga butuh oksogen dari pohon,"ujar Ivan.

Menurutnya, pemerintah juga telah menyediakan dana untuk penanggulangan bencana alam di Kota Tasikmalaya. "Kita sudah siapkan BTT (biaya tak terdugaldi BPBD untuk penanggylangan bencana. Kita juga imbau masyarakat tetap waspada karena bencana bisa datang kapan saja," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar