Yamaha

Sunat Bansos di Tasik, Pengamat: Kualitas Pembangunan Jadi Tidak Maksimal

  Selasa, 23 Februari 2021   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi. (Republika)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pengamat politik, sosial, dan pemerintahan, Asep M Tamam, menyayangkan terhadap dugaan kasus pemotongan bantuan sosial (bansos) yang berasal dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2020.

Menurut dia, pemotongan bantuan untuk masyarakat seharusnya tak terulang lagi. Hal ini dinilainya menyedihkan dan meresahkan. Dia mengatakan, peristiwa ini dari tahun ke tahun terulang, bahkan di dugaan kasusnya yang baru, lebih dari setengah bantuan yang dipotong oleh oknum.

Dia memandang, hadirnya LBH Ansor dalam pendampingan hukum memunculkan harapan di tengah masyarakat. Diharapkan menjadi pembuka jalan dari potensi penyalahgunaan lain yang biasa terjadi dan luput dari masyarakat sehingga bisa terbebas dari pemotongan penyaluran bantuan sosial.

"Masyarakat mengapresiasi kepada pihak LBH Ansor atau yang lainnya untuk membantu mengungkap demi Kabupaten Tasikmalaya yang bebas dari potongan bantuan ini," ungkap Asep, Selasa (23/2/2021).

Asep pun mendorong agar masyarakat percaya terhadap kinerja kepolisian dan kejaksaan untuk mengungkapkan kasus ini. Dia juga berharap penuh agar kedua lembaga penegak hukum itu bekerja profesional dan menuntaskan kasus dengan seadilnya.

Para korban pemotongan dana bansos, kata Asep, semestinya mendapatkan penghormatan maksimal karena sejatinya mereka adalah lembaga-lembaga keagamaan.

"Kualitas pembangunan menjadi tidak maksimal karena mental pemegang kewenangan yang tidak amanah. Akhirnya masyarakat lagi menjadi korban, yang sejatinya mendapatkan perhatian. Maka harus ditegakkan hukum seadilnya agar oknum pemotongan ini jera dan kapok," tambah Asep. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar