Yamaha

Belasan Korban Investigasi Bodong Lapor Polisi, Kerugian Capai Rp500 Juta

  Selasa, 23 Februari 2021   Irpan Wahab Muslim
Sejumlah korban investasi bodong di kampung Nagarasari Pojok Rt 17 rw 04 Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya mendatangi SPK Polres Tasikmalaya, Selasa (23/2/2021). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Sejumlah korban investasi bodong di kampung Nagarasari Pojok Rt 17 rw 04 Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya mendatangi SPK Polres Tasikmalaya, Selasa (23/2/2021). 

Dengan didampingi kuasa hukum, mereka mengadukan nasib mereka yang sudah kehilangan puluhan hingga ratusan juta oleh seseorang bernama Mamah (40) yang masih warga setempat.

Yeni Nurkhadijah (41) salah satu korban mengatakan, ia didatangi oleh Mamah (40) sekitar bulan November 2019 menawari investasi. Mamah mengiming-imingi bisnis investasi dengan melibatkan salah satu pengusaha bernama Agus Gunawan (35).

"Saya dijanjikan per minggu pendapatan, pertama saya setor itu Rp10 juta, " ucap Yeni.

Yeni menambahkan, dari investasi Rp10 juta, ia meneima 'bagi hasil' Rp400 ribu selama 4 kali. Namun anehnya, Mamah selalu meminta tambahan modal dan meminta uang bagi hasil kembali.

"Pokoknya total semuanya saya ngasih uang Rp134 juta. Saya uangnya itu dapat pinjaman dari bank, " ucap Yeni.

Korban lainnya, Muflihah (45) mengatakan, ia mengaku tertarik berinvistasi karena dengan melibatkan Agus Gunawan yang merupakan seorang pengusaha di kampung tersebut. Ia menyetorkan uang sebesar Rp15 juta hasil penjualan emas miliknya.

"Saya pernah menerima uang sebenyak 2 kali tapi kesininya tidak ada. Saya ngasih Rp15 juta, " ujar Muflihah.

Pasca-menjadi perbincangan di tengah masyarakat, diketahui ternyata ada 15 orang yang menjadi korban investasi bodong yang ditawarkan Mamah. Bahkan, kasus dugaan investasi bodong itu dimusyawarahkan di tingkat desa. Namun, saat dikonfrontasi terduga pelaku bernama Mamah tidak mengakui perbuatannya.

"Pernah dibicarakan sama pak kepala desa. Tapi  Mamah malah nuduh kesana kemari termasuk ke saya, " ucap Muflihah.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Imam Tantowi Jauhari mengatakan, berdasarkan keterangan dari korban, modusnya yakni dengan menawari investasi kepada korban. Namun dalam perjalanan, uang dari korban digelapkan.

"Tapi di tengah jalan, investasi itu macet. Tidak pernah ada setoran kepada korban. Bahkan nama Agus Gunawan juga mengelak menerima uang dari Mamah," ujar Imam.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar