Yamaha

Penerima Jangan Jadi Korban, Kejaksaan Harus Ungkap Dalang Sunat Bansos

  Jumat, 26 Februari 2021   Irpan Wahab Muslim
Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam mengapresiasi kinerja penyidik kejaksaan yang sudah memeriksa 14 lembaga atau yayasan pendidikan keagamaan. Bahkan mereka sampai menghitung jumlah uang yang dipotong oleh oknum atau pihak-pihak tertentu.

"Kami apresiasi kejaksaan, sudah mau mengungkap dan melakukan proses hukum terhadap dugaan pemotongan dana hibah bansos yang diterima lembaga pendidikan keagamaan. Kami berharap yayasan tidak menjadi korban, apalagi berurusan dengan hukum," ungkap KH Atam, Jumat (26/2/2021).

Dia meminta kepada kejaksaan mengusut tuntas kasus pemotongan dana hibah bansos ini sampai ke akar-akarnya sampai benang merah dalang di balik oknum yang melakukan pemotongan ini terungkap dan diproses secara hukum, agar jera dan tidak berperilaku merugikan masyarakat.

"Tidak habis pikir kembali terjadi, dan tidak ada jeranya, para pelaku yang melakukan pemotongan. Kasihan, justru lembaga pendidikan keagamaan itu khawatir dibalik fakta-kan menjadi tersangka, jangan sampai terjadi seperti itu," ujar Atam.

Menurut Atam, para pengurus lembaga pendidikan keagamaan ini, sebenarnya tidak tahu bagaimana proses tahapan sampai kepada pencairannya. Karena membutuhkan bantuan untuk pembangunan infrastruktur pendidikan keagamaan, maka ketika ada yang menawarkan menerima. Tetapi tidak ada pemotongan, apalagi sampai 50 persen.

"PCNU sangat mendorong dan mendukung pengungkapan dugaan pemotongan dana hibah bansos di Kabupaten Tasikmalaya ini oleh kejaksaan. Jadi diungkap sampai terang benderang, jangan sampai lembaga pendidikan keagamaan ini menjadi korban hukum, oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tambah Atam.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar