Yamaha

Alat Berat Masuk Leuweung Keusik, AMPEG Berikan Ultimatum

  Jumat, 26 Februari 2021   Irpan Wahab Muslim
Masyarakat merasa keberatan dengan adanya aktivitas alat berat milik CV Trican di wilayah Leuweung Keusik, Jumat (26/02/2021). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

PADAKEMBANG, AYOTASIK.COM -- Kehidupan warga Desa dan Kacamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya terusik dengan dibukanya kembali aktivitas pertambangan. Hal itu ditandai dengan masuknya kembali Alat berat milik CV Trican di wilayah Leuweung Keusik, Jumat (26/02/2021).

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Galunggung (AMPG) Denden Anwarul Habibudin mangatakan, pihaknya dan masyarakat merasa keberatan dengan adanya aktivitas alat berat di wilayah yang masih dalam sengketa proses perizinan tersebut.

Terlebih, kata Denden, aktivitas pertambangan di wilayah itu baru saja mendapat evaluasi pengkajian dari Dinas ESDM Wilayah VI Tasikmalaya karena mendapatkan penolakan dari penduduk setempat.

“Jelas-jelas kemarin pihak DLH Kabupaten Tasikmalaya mengatakan bahwa perlu adanya rekomendasi mitigasi jika aktivitas akan kembali aktif, terlebih perusahaan belum mengantongi Amdal Lalin dari Dinas Perhubungan,” ujar Denden, Jumat (26/2/2021).

Ditambahkan Denden, masyarakat dan tokoh Desa Padakembang telah menolak dengan tegas aktivitas pertambangan Leuweung Kesik dan meminta pihak ESDM untuk mencabut kembali izin usaha Pertambangan CV Trican di lereng Gunung Galunggung karena dikhawatirkan akan memicu adanya bencana alam.

"Jelas-jelas sedang dievaluasi. Belum mengantongi juga izin amdal lalin. Kami sebagai perwakilan warga merasa sangat keberatan," ujar Denden.

Pihaknya pun memberikan peringatan keras kepada CV Trican untuk segera menghentikan aktivitas alat berat di wilayah Leuwung kesik.

“Jika alat berat tersebut masih di lokasi, jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tegas Denden.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar