Yamaha

Pergerakan Tanah di Cibalong, Hujan Turun Warga Diminta Ngungsi

  Rabu, 03 Maret 2021   Republika.co.id
Salah satu rumah di Kampung Cianteg, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya yang terdampak pergeseran tanah. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

CIBALONG, AYOTASIK.COM -- Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya salah satunya di Kampung Cianteg, mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Sejumlah warga pun harus mengungsi.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Fakir Miskin, dan Data, Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya, Rahmat ZM mengatakan, terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang mengungsi akibat bencana pergerakan tanah di kampung itu. Sebab, rumah mereka mengalami rusak berat.

"Mengungsi hanya tiga KK ke keluarganya saja. Namun kalau hujan, warga lain yang rumahnya rusak juga saya minta mengungsi dulu," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (3/3).

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan desa setempat, total rumah rusak akibat pergerakan tanah di wilayah itu berjumlah 63 unit, di mana 13 di antaranya rusak berat. Sementara total rumah yang terdampak mencapai 124 unit. Menurut dia, mayoritas warga masih tinggal di rumahnya masing-masing. 

Aktivitas warga di kampung itu masih bisa berjalan. Meski begitu, ia mengimbau warga untuk tetap waspada lantaran hujan masih sering terjadi. 

Rahmat menambahkan, Dinas Sosial juga telah memberikan bantuan bagi warga yang terdampak pergerakan tanah itu. Bantuan yang diberikan di antaranya makanan, alat mandi, tikar, dan matras.

Ia menjelaskan, kejadian pergerakan tanah di kampung itu berawal pada 18 Februari. Ketika itu, tanah di pekarangan warga mulai bergerak. Pada 24 Februari, pergerakan tanah yang terjadi semakin signifikan.  "Sebelumnya memang pernah, tapi pelan-pelan pergerakannya. Warga tidak tahu kalau itu pergerakan tanah," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Irwan mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi di lapangan hanya terdapat 30 rumah warga yang terdampak akibat pergerakan tanah di wilayah itu. Rumah yang terdampak itu mengalami kerusakan ringan hingga berat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar