Yamaha

Budi Budiman Divonis 1 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

  Rabu, 03 Maret 2021   Heru Rukanda
Wali Kota Tasikmalaya nonaktif Budi Budiman. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan ada upaya banding ke Pengadilan Tinggi Bandung atas kasus yang menjerat Wali Kota Tasikmalaya nonaktif Budi Budiman. 

Upaya banding itu pascaputusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung yang menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dan denda Rp200 juta terhadap Budi dalam kasus suap pengurusan dana insentif daerah (DID) terhadap salah seorang mantan pejabat di Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

"Atas putusan majelis hakim tersebut, JPU KPK telah menyatakan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Bandung," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan resminya, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, alasan JPU KPK melakukan banding karena putusan majlis hakim tersebut belum memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"JPU KPK akan segera menyusun memori banding dan menyerahkan melalui PN Bandung," ucapnya.

Budi sendiri mendapat vonis tersebut dari Majelis Pengadilan Tipikor Bandung dalam persidangan pembacaan putusan, Rabu (24/2/2021).

Majelis hakim menyatakan Budi secara sah terbukti bersalah dan meyakinkan telah melakukan suap kepada mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan RI Yaya Purnomo untuk pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

Ketua tim kuasa hukum Budi Budiman, Bambang Lesmana mengatakan, majelis hakim mempertimbangkan berbagai aspek hukum maupun nonhukum sehingga vonis terhadap Budi menjadi demikian setelah tuntutan sebelumnya dari jaksa KPK yakni hukuman dua tahun penjara.

"Klien kami menerima vonis tersebut, tapi jaksa KPK menyatakan pikir-pikir terhadap putusan majdlis hakim sehingga diberi waktu selama tujuh hari apakah akan mengajukan banding atau tidak," ujar Bambang, dihubungi Ayotasik.com melalui sambungan telepon, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, putusan majelis hakim satu tahun sangat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh tim pengacara. "Putusan vonis satu tahun ini sesuai sekali, pas," ucapnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar