Yamaha

Pedagang Pasar di Kota Tasik Masih Didata Untuk Vaksinasi Covid-19

  Kamis, 04 Maret 2021   Heru Rukanda
Suasana pedagang di Pasar Cikurubuk. (Ayotasik.com/Heru Rukanda).

INDIHIANG, AYOTASIK.COM -- Sejak awal pekan ini Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mulai memberikan vaksinasi bagi para pelayan publik di Kota Tasikmalaya.

Vaksinasi dilakukan terhadap anggota Polri, TNI, ASN, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, dan pelayanan publik lainnya.

"Saat ini vaksinasi masih difokuskan pada pelayan publik yang ada di instansi negara, nanti ke pelayan publik lain di luar instansi," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Asep Hendra Hendriana.

Ia menuturkan, untuk vaksinasi para pedagang pasar, ulama, dan jurnalis masih dalam pendataan. Pihaknya mengaku belum memiliki data pasti untuk pedagang pasar berapa banyak yang harus divaksin.

"Kita koordinasi dengan instansi terkait untuk pendataan pedagang pasar karena tidak mungkin dilakukan sendiri oleh dinas kesehatan," ucapnya.

Asep memastikan bahwa pedagang pasar akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada tahap berikutnya. Hal itu lantaran jumlah vaksin masih terbatas juga untuk pelayan publik.

"Pada tahap 2 ini kita menerima vaksin 2.420 vial dengan sasaran 12.000 orang untuk 2 kali suntik. Sementara jumlah pelayan publik di Kota Tasikmalaya sebanyak 30. 000 orang," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19. Diakuinya memang ada masyarakat yang secara halus menolak untuk divaksin, tapi jika memang dipaksakan dikhawatirkan akan terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Vaksinasi ini merupakan ikhtiar pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 agar segera berakhir. Mudah-mudahan masyarakat bisa mengikuti program vaksinasi ini," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Agan Abdul Qodir (25)mengaku, sejauh ini belum ada pendataan untuk program vaksinasi Covid-19.

"Insyaallah saya siap untuk divaksin untuk pencegahan penularan Covid-19," ujarnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar