Yamaha

Jelang Porda 2022, IMI Tasikmalaya Seleksi Atlet Grastrak di Sirkuit Mahendra

  Minggu, 07 Maret 2021   Heru Rukanda
Seleksi atlet balap motor Grasstrak (GTX) di Sirkuit Mahendra, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/3/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

KAWALU, AYOTASIK.COM -- Jelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2022, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kota/Kabupaten Tasikmalaya, melakukan seleksi atlet balap motor grasstrak (GTX).

Sebanyak 42 atlet balap motor GTX mengikuti seleksi yang dilaksanakan di Sirkuit Mahendra, Kecamatan, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/3/2021).

"Kita melaksanakan seleksi untuk babak kualifikasi menjelang Porda 2022. Kelas balap motor grasstrak yang dilaksanakan adalah kelas 18 min dan 18 plus. Setiap  kelas dibagi menjadi 2 katagori yakni beregu dan perorangan," ujar Ketua IMI Korwil Kota Tasikmalaya Asep Danang.

Ia menuturkan, untuk kelas balap GTX 18 plus diikuti oleh 17 atlet dan kelas 18 min sebanyak 25 atlet. Ada juga atlet dari luar daerah yang mengikuti seleksi ini.

"Bagi saya silahkan saja atlet dari luar ikut seleksi, yang penting pada pelaksanaannya administrasi harus dilengkapi, dan ada persetujuan dari orang tua serta persetujuan dari IMI korwil setempat," ucapnya.

Ia mencontohkan, semisal ada atlet dari kabupaten yang ikut seleksi, nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak IMI korwil kabupaten. Apakah dibutuhkan di kabupaten atau tidak. Jika memang di Kabupaten kebutuhan atletnya sudah terpenuhi, mungkin daripada tidak bisa membalap maka bisa diikutkan di Kota Tasikmalaya.

"Untuk grasstrak ini Kota Tasikmalaya memiliki sirkuit, tapi atletnya minim. Selama ini atlet-atlet GTX pada khususnya dari luar Kota Tasikmalaya. Namun, untuk atlet motor cross kebanyakan dari Kota Tasikmalaya," ungkapnya.

Menurut Asep yang akrab disapa Asda, untuk seleksi GTX ini pihaknya merubah spek lintasan balap. Semula panjang lintasan 1.600 meter diubah menjadi 700 meter.

"Sebetulnya Sirkuit Mahendra ini merupakan spek untuk motor cross. Namun, kita ubah untuk spek GTX," jelasnya.

Lebih lanjut Asda menjelaskan, kebutuhan IMI Korwil Kota Tasikmalaya untuk cabang GTX adalah 4 atlet kelas 18 min dan 4 atlet kelas 18 plus. Masing kelas-kelas sebanyak 2 atlet beregu, satu atlet perorangan, dan satu atlet lagi sebagai cadangan.

"Semua peserta selekti distarkan dan diambil 10 besar. Kemudian dari 10 peserta diambil 5 peserta yang selanjutnya seleksi dilakukan dengan sistem time (waktu) tercepat. Untuk atlet tercepat akan masuk katagori perseorangan dan yang agak lambat masuk kategori beregu," kata dia.

Ia menambahkan, seleksi dilaksanakan selama satu hari. Setelah itu akan dievaluasi dan diagendakan untuk pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan fisik dan skillnya.

"Nanti ada tim dari manajer GTX yang urus. Jelas, target kami adalah Emas di Porda nanti," tandasnya.

Sementara itu, pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, AKBP. (Purn) Yono Kusyono berpesan, agar pelaksanaan seleksi untuk cabang olahraga balap motor grasstrak (GTX) dilakukan dengan transparan dan penuh sportivitas.

"Kalau nanti ada atlet GTX yang mendapat emas, akan saya beri bonus," ujar Yono saat menyaksikan seleksi atlet balap GTX di Sirkuit Mahendra, Kawalu, Kota Tasikmalaya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar