Yamaha

Haji 2021, Indonesia Tunggu Kepastian dari Arab Saudi

  Senin, 08 Maret 2021   Editor
ilustrasi haji. (Pixabay)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Pemerintah Indonesia masih menunggu kepastian pelaksaan haji tahun 2021 dari Pemerintah Arab Saudi.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah hingga saat ini masih berusaha meminta bertemu langsung dengan pejabat terkait di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Menurut Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Eko Hartono, ikhtiar tersebut dilakukan untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dan aktif antara RI dan Kerajaan Saudi.

“KJRI beberapa waktu lalu sudah menghubungi langsung pejabat Kementerian Haji dan Umrah (Arab Saudi). Ini kami minta ketemu lagi. Cuma, belum ada respons,” ujar Eko Hartono saat dihubungi Republika dari Jakarta, Minggu (7/3). 

Dia mengungkapkan, berbagai persiapan fisik pelaksanaan ibadah haji 2021 belum terlihat di lapangan. Hingga kini, pihak Arab Saudi belum memberitahukan secara resmi memorandum of understanding (MoU) penyelenggaraan ibadah haji 2021.

Sebelum pandemi melanda, pemerintah setempat biasanya sudah menyepakati MoU dengan negara-negara pengirim jamaah kira-kira tujuh bulan menjelang musim haji tiba.

Eko mengaku setuju dengan keinginan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menargetkan batas waktu hingga Maret 2021 untuk kepastian pelaksanaan ibadah haji.

Ia pun berharap, Kerajaan Saudi dapat mengadakan MoU dengan negara-negara pengirim jamaah, termasuk Indonesia, paling lambat tiga bulan sebelum datangnya musim haji.

“Kalau kurang dari itu (tiga bulan), agak berat bagi negara seperti Indonesia karena banyak jamaahnya,” ujar dia.

Vaksin Jamaah Haji

Eko meluruskan beberapa kabar yang menyebut Menteri Kesehatan Arab Saudi mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksinasi bagi semua calon jamaah haji pada musim haji 1442 H/2021 M.

Menurut dia, kewajiban vaksinasi sejauh ini hanya untuk para petugas kesehatan haji setempat, bukan jamaah Saudi maupun internasional.

“Yang ada adalah surat dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Saudi ke Kementerian Haji dan Umrah (Saudi) agar petugas kesehatan haji divaksin. Jadi, masih internal sifatnya, yakni untuk petugas Saudi,” ujarnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar