Yamaha

Masa Sewa Hotel Crown Untuk Isolasi Pasien Covid-19 Tak Diperpanjang, Kenapa?

  Senin, 08 Maret 2021   Heru Rukanda
Hotel Crown Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIPEDES, AYOTASIK.COM -- Selama 3 bulan terakhir Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menyewa Hotel Crown untuk lokasi isolasi tersentralistik pasien Covid-19.

Selama itu pula ratusan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 termasuk ratusan santri dari klaster pesantren di Cipedes yang telah sembuh menjalani isolasi di hotel.

Namun, lantaran kontrak sewanya telah berakhir maka hotel crown pun tak lagi digunakan sebagai tempat isolasi tersentralisasi pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

"Sudah selesai, terakhir itu 28 Februari karena kaitannya dengan pengangaran yang terlalu beratnya di APBD," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana, Senin (8/3/2021).

Menurut Asep, pihaknya mencoba mengusulkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk bantuan pembiayaan sewa hotel, tapi hingga kini belum dapat surat balasan dari Pemprov Jabar.

"Kalau di ACC kita akan sewa kembali hotel crown ini yang memang biayanya tidak murah, biayanya memang tinggi," ucapnya.

Disinggung soal berapa nilai sewa perbulannya, ia mengaku tidak begitu tahu pasti. Namun, ia memastikan jika biaya sewa hotel tersebut sangat tinggi.

"Makanya pak gubernur bilang untuk menggunakan gedung milik pemerintah maksudnya supaya tidak sewa. Jadi tinggal membiaya bednya, kebersihannya, listriknya, dan petugasnya saja," ungkapnya.

"Sampai saat ini belum diperpanjang. Kemarin sewa selama 3 bulan. Kalau ada dari APBD tingkat 1 Jabar bisa dilanjut," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar