Yamaha

Satgas Covid-19 Kabupaten Tasik Terus Pantau Klaster Ziarah dan Senam Aerobik

  Selasa, 09 Maret 2021   Irpan Wahab Muslim
ilustrasi -- Senam Aerobik (Pixabay)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro jilid II yang dilakukan pemerintah provinsi Jawa Barat sepertinya belum sepenuhnya berhasil. Hal ini ditandai dengan munculnya dua klaster baru yang di temukan di Jawa Barat.

Kedua klaster tersebut yakni klaster Ziarah dan klaster Senam Aerobik. Kedua klaster ini muncul dari Kabupaten Tasikmalaya. Seperti klaster ziarah yang terjadi di Kabupaten Bandung, yang diketahui beberapa hari sebelumnya telah melakukan perjalanan ziarah dari Makam Syeh Abdul Muhyi Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Begitu pula dengan klaster senam aerobik di Kecamatan Puspahiang, yang diketahui sempat melakukan perjalanan dari Gunung Papandayan Garut guna mengikuti event senam tahunan. Kedua kasus ini pun menandakan ketaatan masyarakat dalam mematuhi anjuran pemerintah khususnya terkait PPKM tidak sepenuhnya dijalankan.

Kordinator Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya Saehuri, mengatakan, dari dua temuan klaster tersebut Satgas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya bersama Satgas Covid-19 kecamatan Bantarkalong dan Kecamatan Puspahiang terus melaksanakan Test, Tracking dan Treatment (3T). Seperti di lokasi wisata ziarah Pamijahan dan terhadap masyarakat klaster Senam di Puspahiang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Langkah tersebut diambil untuk melacak dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya yang diakibatkan oleh intensitas berpergian masyarakat ke luar daerah sehingga menjadi penyebab terkonfirmasi positif oleh virus Covid-19," jelas Rudi, Selasa (9/3/2021).

Dikatakan Rudi, berdasarkan dengan informasi yang didapatkan terkait munculnya klaster ziarah di Bandung yang pernah ke Pamijahan, pihaknya sudah melaksanakan pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan mulai masuk ke kawasan objek wisata ziarah tersebut. Meski pun sampai kini sebenarnya tidak ditemukan adanya kasus covid-19 terhadap warga setempat.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan gugus tugas kecamatan dalam meningkatkan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Lebih dikhususkan untuk melakukan peningkatan protokol kesehatan (Prokes).

"Bahkan, sudah melakukan juga yang namanya penyemprotan disinfektan, sudah dilaksanakan di objek wisata religi Pamijahan. Ini dilakukan sebagai salah satu langkah pengendalian penyebaran Covid-19 di wisata religi Pamijahan," terang Rudi.

Terkait dengan kluster klub senam asal Kecamatan Puspahiang, kini sudah sebanyak 25 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk penanganannya, dikatakan Rudi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 di Kecamatan Puspahiang untuk penanganan teknisnya. Sampai saat ini telah dilaksanakan pola 3 T, yakni testing, tracking dan treatment guna memutus penyebarannya.

Awalnya ada 21 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 21 orang itu diketahui hanya 9 orang saja anggota club senam aerobik yang ikut di Papandayan, Garut. Sementara sisanya adalah anggota keluarga dan tetangganya yang kontak erat dengan yang ikut senam sehat.

Selanjutnya, kata dia, sudah dilakukan identifikasi dan penelusuran kembali terhadap orang-orang atau keluarganya yang kontak erat dengan warga yang masuk kluster klub senam sehat ini.

"Pada 1-3 Maret sudah dilaksanakan tracking terhadap orang-orang yang kontak erat. Kemudian dilakukan test Swab. Intinya sudah melalui tahapan test, tracking dan treatment," papar Rudi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar