Yamaha

Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning dan Mitos Negara Jin

  Selasa, 30 Maret 2021   Irpan Wahab Muslim
Pondok Pesantren Baitul Hikmah haur kuning di dusun Haurkuning, Desa Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SALOPA, AYOTASIK.COM -- Pondok Pesantren Baitul Hikmah haur kuning beralamat di dusun Haurkuning, Desa Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Terletak di arah selatan Tasikmalaya berjarak kurang lebih 35 Km dari Kota Tasikmalaya. Pondok pesantren ini didirikan pada tanggal 18 Agustus 1964 oleh KH Saepudin Zuhri. Semula pesantren ini bernama "Haurkuning" dihubungkan dengan lokasinya di puncak haur.

Menurut salah satu sumber, nama Haurkuning tidak ada kaitannya dengan puncak Haur. Nama Haur Kuning diberikan oleh almarhum KH Muhammad Nawawi Cikajang Garut pada saat KH Saepudin Zuhri menilma ilmu agama disana.

Nama Baitul Hikmah diberikan pengasuh pesantren, setelah KH Saefudin Zuhri pulang dari tanah suci Mekkah pada tahun 1978. Menurut berbagai sumber, nama Baitul Hikmay itu muncul ketika beliau bertawaf di Baitullah tepatnya waktu berdoa di Multazam. Tiba-tiba ada suara beberapa kali menyebut Baitul Hikmah, sehingga beliau mempunyai firasat bahwa pesantren ini harus diberi nama "BAITUL HIKMAH".

Baitul Hikmah berarti rumah ilmu, sesuai dengan fungsi pesantren sebagai lembaga ilmu diharapkan mampu mencetak kader muslim yang betul-betul menguasai ilmu agama untuk diamalkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning saat ini dikelola oleh putranya yakni KH Busrol Karim. Fokus pengajaran yang diberikan kepada santrinya yakni ilmu agama terlebih tentang ilmu alat Nahwu atau Sorof. Selain itu, di pesantren ini juga terdapat lembaga pendidikan lain seperti Tsanawiyah dan Aliyah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar