Yamaha

Penanganan Covid-19 di Lapas Tasik Kekurangan Tenaga Medis dan Obat-obatan

  Rabu, 07 April 2021   Heru Rukanda
Kalapas Klas IIB Tasikmalaya Davy Bartian, Selasa, 6 April 2021. (AyoTasik.com/Heru Rukanda).
TAWANG, AYOTASIK.COM -- Kepala Lapas Klas IIB Tasikmalaya Davy Bartian mengatakan, dalam penanganan kasus Covid-19 di dalam lapas pihaknya mengalami kendala tenaga medis. "Kami hanya memiliki seorang dokter dan beberapa perawat. Stok obat-obatan juga sangat kekurangan," ujar Davy.
 
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk bisa membantu dalam penanganan, pengawasan, dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lapas.
 
Penyebaran Covid-19 di lapas memang sangat rentan. Pihaknya membutuhkan bantuan obat-obatan dan penanganan yang tepat dengan kondisi masyarakat yang khusus. "Kami tidak mungkin menempatkan mereka di luar lapas sepanjang mereka dalam kondisi sehat karena katagori OTG," ucapnya.
 
Ia menuturkan, apabila ada warga binaan yang bergejala serius, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan  perawatan yang intensif di luar lapas dengan pengamanan yang cukup ketat jangan sampai pasiennya kabur, sehingga menimbulkan masalah lagi. "Kami akan berkoodinasi dengan pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lain atau dengan TNI apabila dibutuhkan pengamanan yang luar biasa," tuturnya.
 
Sebelumnya, kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, kasus Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas IIB Tasikmalaya menjadi perhatian bersama termasuk satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. "Di lapas Tasik ini memang ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan perlu perhatian khusus. Kita bekerja sama dengan pihak lapas dalam menangani Covid-19 ini," ujar Uus, Senin 5 April 2021.
 
Menurut Uus, pihak lapas sudah memisahkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan Swab PCR dengan yang belum keluar hasilnya. "Ada 310 sampel yang diambil dan dikirimkan ke BLK Provinsi Jawa Barat di Bandung. Ini bukan karena tidak ada alat tes di Tasik tapi ini butuh kecepatan di dalam mendapatkan hasil sehingga kita kerja sama dengan BLK Provinsi," ucapnya.
 
Ia menjelaskan, hal-hal yang sudah dilakukan untuk menangani kasus Covid-19 di dalam lapas adalah memisahkan warga binaan.  Mereka yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri yang disiapkan pihak lapas. "Di lapas sudah ada tim dokter. Namun, akan kita bantu bila mana membutuhkan tenaga medis lainnya," jelasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar