Yamaha

557 Polisi Kota Tasik Amankan Pilkades Serentak

  Rabu, 07 April 2021   Heru Rukanda
Apel geser pasukan pengamanan pilkades serentak 2021 di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu, 7 April 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 73 desa di Kabupaten Tasikmalaya, digelar Kamis, 8 April 2021. Sebanyak 22 desa di antaranya berada di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.

Untuk mengamankan hajat demokrasi desa tersebut, Polres Tasikmalaya Kota telah menerjunkan 557 personelnya ke desa-desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa.

Pergeseran pasukan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun dilaksanakan di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu, 7 April 2021.

"Ada 179 TPS di 12 Kecamatan di 22 desa di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota yang akan kita amankan," ujar Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Shohet.

Menurutnya, pengamanan tiap kecamatan di pimpin oleh perwira pertama sebanyak 12 koordinator kecamatan, kemudian 22 koordinator desa, dan 22 pengamanan kantor desa. Sementara untuk anggota yang mengamankan TPS sebanyak 358 personel.

"Kita juga tempatkan 58 anggota dalmas yang di tempatkan di wilayah Manonjaya, Cisayong, Sukahening, dan Sukaresik masing-masing 15 personel. Tugasnya untuk memback up petugas yang ada di TPS bila terjadi gangguan keamanan," ucapnya.

Ia menuturkan, dari 179 TPS terdapat 278.121 orang yang memiliki hak pilih dalam pemilihan kepala desa serentak. Untuk pengamanan TPS dilakukan oleh 2 personel polisi dibantu TNI dan linmas.

"Satu TPS itu dijaga oleh 2 personel polisi dibantu TNI dan linmas," tuturnya.

Shohet menambahkan, saat ini anggotanya sudah berada di desa-desa dan mengecek TPS guna terselenggara pilkades yang aman dan tertib.

"Kita juga siapkan pengamanan cadangan yang siaga di mako sebanyak 90 personel," ungkapnya.

Ia mengimbau warga yang memiliki hak pilih untuk bisa menyalurkan hak pilihnya dengan datang ke TPS dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak dan memakai masker.

"Prokes tetap kita perhatikan dengan ketat. Warga yang datang diukur suhu tubuhnya. Kalau suhunya di atas 37,4 derajat celcius, maka akan melaksanakan hak pilihnya di bilik khusus. Sedangkan yang di bawah 37,4 derajat celcius melaksanakan hak pilihnya di bilik suara biasa," pungkasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar