Yamaha

Pesantren Bahrul Ulum, Kombinasikan Sistem Salafiah dan Kholafiyah

  Rabu, 14 April 2021   Irpan Wahab Muslim
Pesantren Bahrul Ulum di Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

CIBEUREUM, AYOTASIK.COM -- Pondok pesantren Bahrul Ulum yang berada di Kelurahan Awipari Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, berdiri tahun 1920 dengan nama pondok pesantren Awipari. Didirikan oleh KH. Masduki yang merupakan putra KH. Husen yang beradal dari Tonjong, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. KH. Husen merupakan cucu dari salah seseorang keluarga Syekh Abdul Muhyi Pamijahan salah seorang wali penyebar islam di wilayah Tasikmalaya.

Karena KH. Masduki kerap melakukan ibadah haji serta sempat tinggal di Mekkah, pengajian dan kepengurusan pesantren dibantu keluarganya KH. Ahmad. KH. Masduki mempunyai 4 putra, yakni KH. Busthomi, KH. Tijani, KH. Syail Mawardhi serta Hj. Ai.

Pada tahun 1940 KH. Busthomi bersama KH. Ruhiat pendiri Pondok Pesantren Cipasung, sempat menawarkan diri untuk ikut berperang kepada KH. Zaenal Musthofa yang merupakan pendiri pesantren Sukamanah Kecamatan Sukarame. Namun, niatan KH. Busthomi itu dilarang KH. Zaenal Musthofa. Bahkan, KH. Busthomi disuruh kembali ke Awipari untuk membina masyarakat.

Kepemimpinan KH. Masduki selesai sampai 1942, setelah itu diteruskan putra sulungnya. Ketika kepemimpinan KH. Busthomi, kemajuan pesantren lumayan cepat dengan banyaknya santri yang tinggal. Bahkan pada tahun 1965 ada sekitar 3000 santri yang menuntut ilmu di pesantren Bahrul Ulum tersebut. Kondisi bangunan yang sederhana yakni berupa bedeng- bedeng tidak mambuat santri ciut dalam menuntut ilmu agama.

Pada tahun 1970, pesantren bertukar nama menjadi pondok pesantren Bahrul Ulum. Bersamaan kemajuan, sistem pengajarannya, tidak hanya Salafiyah saat ini memakai sistem kholafiyah. System pembelajaran Kholafiyah diperuntukkan untuk santri yang bersekolah umum. Sedangkan Salafiyah dikhususkan untuk santri spesial tidak sekolah atau Takhosus.

Kepemimpinan pesantren diteruskan putra serta menantu KH. Busthomi yakni KH. Abdullah Muhaemin serta KH. Ma’sum Suhaemi.  Saat ini, pimpinan pondok pesantren dipegang oleh KH. Cecep Ridwan Busthomi

Bukan hanya pondok pesantren yang menekankan kajian kitab kuning saja, di pesantren Bahrul Ulum juga ada jenjang pendidikan MTs dan Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan untuk Pendidikan Informal yakni Madrasah Diniyah dan Takhosus Al-Qur'an.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar