Yamaha

Pesantren Manarul Huda, Terapkan Sistem Sorogan

  Senin, 19 April 2021   Irpan Wahab Muslim
Pesantren Manarul Huda di Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SUKARAME, AYOTASIK.COM -- Pesantren Manarul Huda yang berada di Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya hingga saat ini masih menerapkan salafiah. Dimana, Kiai atau ustaz memegang peran utama dalam proses penyaluran ilmu dengan sistem pengajaran berbasis sanad, yaitu pertalian ilmu, menempatkan figur tertentu sebagai pusaran perpindahan ilmu.

Sistem pengajian yang diterapkan di pesantren yang didirikan tahun 1973 oleh KH. Endin Saepudin ini menggunakan sistem sorokan. Yakni, kyai membaca kitab secara individul atau seorang murid nyorog  atau menghadap guru sendiri-sendiri untuk dibacakan atau diajarkan oleh gurunya beberapa bagian dari kitab yang dipelajarinya, kemudian sang murid menirukannya berulang kali.

Dengan sistem sorogan ini, santri dengan mudah bertemu dengan kyai. Kiai dapat langsung mengamati Pemahaman santri terhadap ilmu-ilmu yang diajarkan.

Di pesantren yang dikelilingi area persawahan ini, kitab kuning tentang gramatika bahasa Arab, yaitu nahwu dan sharaf diajarkan. Ada juga kitab yang mengajarkan akidah atau tauhid. Kitab lainnya seputar fikih dan akhlak.

Sejak didirikan, pesantren ini murni menganut sistem salaf klasik yang hanya mengajarkan pengajian sorogan. 

Meskipun saat ini, sudah ada lembaga pendidikan lainnya seperti Mts dan MA. Setiakdanya sudah ribuan alumnus dilahirkan dari pesantren ini, mereka saat ini menjadi tokoh masyarakat yang teguh memegang akidah Islam dengan tetap bertoleransi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar