Yamaha

Tujuh Yayasan Kembali Diperiksa Kejaksaan Terkait Kasus Bansos

  Rabu, 21 April 2021   Irpan Wahab Muslim
Tujuh Yayasan Kembali Diperiksa Kejaksaan Terkait Kasus Bansos.
MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- Ketujuh lembaga atau yayasan pendidikan keagamaan asal Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya sudah diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/4/2021) kemarin. Pimpinan dan pengurus ketujuh lembaga penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun 2020 ini secara bertahap diperiksa dari pukul 10.00 WIB  hingga pukul 17.20 WIB sore.
 
Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik mengatakan, kedatangan LBH Ansor ke kejaksaan untuk melakukan pendampingan hukum terhadap ketujuh lembaga atau yayasan penerima bansos asal Kecamatan Sukarame.
 
Menurut Asep, pemanggilan ketujuh lembaga ini, berdasarkan surat panggilan dari kejaksaan, yang sekarang penanganan kasusnya diambil alih kejaksaan setelah sebelumnya ditangani penyidik kepolisian Polres Tasikmalaya. "Sekarang penyidikan kasusnya diambil alih oleh kejaksaan. Penyidik kejaksaan meminta keterangan berkaitan dengan dugaan pemotongan bansos yang dialami oleh ketujuh lembaga tersebut," terang Asep, Kamis (21/4/2021).
 
Pada intinya, kata Asep, kejaksaan memeriksa kembali dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ulang seperti yang dilakukan oleh penyidik kepolisian. Memina informasi langsung dari si penerima bansos ini. "Termasuk menanyakan siapa oknum yang mengorganisir melakukan pemotongan bansos tersebut yang nilai potongannya sampai 50 persen plus uang Rp5 juta," papar Asep.
 
Menurut Asep, dari hasil investigasi LBH Ansor sendiri, sudah diketahui terduga yang terindikasi melakukan pemotongan, termasuk informasi dari yayasan di Kecamatan Sukarame. Inisialnya D yang melakukan pemotongan bansos tersebut. "Kita harapkan kejaksaan sampai ke penyidikan ke arah pelaku atau oknum yang melakukan pemotongan," tegas Asep.
 
Karena, ungkap Asep, kejaksaan sendiri dalam melakukan pemeriksaan pastinya menggali informasi mendalam dari para ketua atau pengurus yayasan ini. "Kita percaya kepada kejaksaan untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas," ungkap Asep.
 
Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Yayat Hidayat mengungkapkan, kejaksaan sudah memeriksa tujuh lembaga atau yayasan penerima bansos asal Kecamatan Sukarame. "Kita periksa pimpinan atau pengurus yayasan dari pukul 10.00 sampai pukul 17.20 sore. Untuk materi hasil pemeriksaan, tentunya belum bisa kita ungkap atau sampaikan. Yelas menjadi bahan dalam tahapan penyidikan," ungkap Yayat.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar