Yamaha

Curi Uang di Warung, Pemuda Diamuk Massa

  Kamis, 22 April 2021   Irpan Wahab Muslim
Rendi Anugrah atau RA (24) alias Kentung warga Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal menjadi korban amuk massa karena ketahuan mencuri di sebuah warung di Kampung/Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

KARANGNUNGGAL, AYOTASIK.COM -- Rendi Anugrah atau RA (24) alias Kentung warga Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal menjadi korban amuk massa karena ketahuan mencuri di sebuah warung di Kampung/Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal.

Pelaku mencuri uang Rp 1,6 juta di warung milik warga bernama Dedi Permadi (47) dan aksinya berhasil diketahui melalui rekaman Closed-Circuit Television (CCTV).

Karena tidak terima uangnya dicuri, pemilik warung bersama sebagian warga yang kesal melampiaskan kemarahannya dengan membogem pelaku dengan pukulan sebelum diamankan ke kantor Polsek Karangnunggal.

Kanit Reskrim Polsek Karangnunggal IPDA Agus Kasdili mengatakan, informasi awal yang didapatkan dari masyarakat termasuk pemilik warung, pelaku mencuri uang di warung Rp 1,6 juta, ketika tidak ada pemiliknya di Kampung/Desa Cidadap.

Polsek Karangnunggal baru mengetahui ada kejadian warga mengamankan pelaku pencurian dan sempat dipukuli karena masyarakat kesal. Kemudian pelaku diamankan sebelumnya dibawa ke kantor desa dan ke Kantor Polsek Karangnunggal.

"Pelaku melakukan pencurian atau maling. Uang yang dicurinya senilai Rp 1,6 juta, kemudian tidak ada perbuatan kekerasan dengan pemberatan. Jadi akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan, atau restorasi justice. Pada akhirnya, karena dimusyawarahkan dan tidak ada yang menuntut," papar Agus, Kamis 22 April 2021.

Agus menambahkan, masyarakat atau pemilik juga kemudian memiliki rekaman CCTV nya dan diperlihatkan juga kepada pelaku, yang tidak bisa mengelak dan terlihat juga yang melakukan pemukulan kepada pelaku di dekat sekitar kantor desa.

Kemudian, lanjut Agus, diamankan ke Kantor Polsek Karangnunggal. Pada akhirnya tidak ada laporan ke kepolisian karena islah. Masalah ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan diatas materai antara pemilik warung dan pelaku pencurian. Sehingga tidak dilanjutkan ke proses hukum.

"Korban tidak melapor ke Kepolisian dan sudah islah. Jadi kami hanya mediasi saja," ucap Agus.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar