Yamaha

Ekonomi Indonesia Diprediksi Bakal Lebih Cepat Pulih dengan Kebijakan Game Changer

  Senin, 03 Mei 2021   Heru Rukanda
Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Seminar Nasional Game Changer dan Resiliensi Ekonomi : Kebijakan Fiskal dan Moneter di Indonesia pada masa pandemi, yang dihelat Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) secara virtual, Senin, 3 Mei 2021. (Ayotasik.com/Heru RUkanda)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Perekonomian Indonesia diprediksi akan cepat pulih lantaran kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dinilai tepat.

Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Muhammad Edhie Purnawan mengatakan, pandemi Covid-19 membuat produktivitas dan perekomian Indonesia menurun.

Hal tersebut lantaran pandemi ini membuat perubahan terhadap segala sektor kehidupan. Namun, sejauh ini dapat diantisipasi dengan baik oleh pemerintah.

"Pemerintah sudah mengambil kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN) agar ekonomi kembali tangguh," ujar Edhie dalam Seminar Nasional Game Changer dan Resiliensi Ekonomi : Kebijakan Fiskal dan Moneter di Indonesia pada masa pandemi, yang dihelat Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) danĀ Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) secara virtual, Senin, 3 Mei 2021.

Menurutnya, dalam pemulihan ekonomi nasional, Indonesia menggunakan 3 game changer. Pertama, Indonesia melakukan intervensi melalui program vaksinasi nasional. Kedua, penggunaan anggran APBN dilakukan dengan fleksibel sehingga bisa dijadikan alat pemulihan ekonomi. Ketiga, yakni dengan melakukan reformasi struktural yang didorong dengan terciptanya undang - undang Ciptakerja.

"Fleksibilitas anggaran di antaranya mencakup kesinambungan bisnis dan program perlindungan sosial. Sedangkan dalam. Undang-Undang Ciptakerja mendorong penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan reformasi regulasi," ucapnya.

Ia menuturkan, game changer tersebut membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal tumbuh positif, kendati di tahun 2020 mengalami minus 2,1%.

"Di tahun 2021 ini negara menyediakan Rp700 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional. Mudah-mudahan pada triwulan 1 mendekati positif," tuturnya.

Deputi Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti memgatakan, pemulihan ekonomi global di masa pandemi Covid-19 ini jauh lebih cepat dari pada ekspestasi. Hal itu terlihat dari perdagangan dunia yang terus mengalami peningakatan.

"Krisis akibat pandemi Covid-19 ini belum pernah dialami. Pandemi tidak hanya mendorong penurunan kesehatan, tapi berdampak besar terhadap krisis ekonomi. Hal itu mendorong kebijakan extraordinaruly dari bank sentral, " ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro menuturkan, dengan pemberdayaan UMKM pada trwilan ke 2 tahun 2021 ini UMKM lebijlh optimis untuk bangkit.

"Para pelaku UMKM lebih optimis menyambut triwulan kedua 2021," ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah dengan mengumumkan kebijakannya lebih awal menumbuhkan optimisme. Orang-orang yang memiliki uang sudah mulai belanja. Kemudian yang memiliki THR dan tabungan juga belanja, sehingga menjadi pembelajaran bahwa adanya pandemi ini kebijakan ekonomi memerlukan komunikasi politik.

"Sebagai akademis itu bisa ikut memberikan solusi, menambah ekspestasi yang positif, jangan malah membuat bingung, tapi harus memunculkan ekspektasi yang positif," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar