Yamaha

Pemkot Tasik Diminta Lebih Perketat Pengawasan di Lokasi Kerumunan

  Minggu, 09 Mei 2021   Heru Rukanda
Masjid Agung Tasikmalaya (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Tidak diperbolehkannya Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan salad IdulFitri 1442 Hijriah, mendapat tanggapan dari Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH. Aminudin Bustomi.

Dirinya berharap dalam beberapa hari jelang IdulFitri status zonasi Kota Tasikmalaya kembali ke zona oranye atau bahkan ke hijau.

“Ya kita berhrap zonanya berubah, kan masih ada waktu. Yang jelas dari kaca mata saya, berharap merahnya jadi hijau atau oranye,” ujar Aminudin, Minggu, 9 Mei 2021.

Ia meminta pemerintah membuka mata dan hati dengan jelas dengan kondisi masyarakat di Kota Tasikmalaya saat ini. Banyak kerumunan orang-orang di pasar tumpah, di Jalan KH. Zenal Mustofa dan pusat-pusat perbelanjaan seperti mall.

“Yang harus ditracing itu di car free day di HZ , pasar tumpah, kemudian di mall-mall. Mohonlah kepada para inohong (pemerintah) buka hati dan buka mata yang jelas, jangan hanya karena intruksi dan lain sebagainya sehingga tidak memperbolehkan pelaksanaan salat id di masjid agung,” ucapnya.

Aminudin mengatakan, kalau berbicara masalah zonasi, seharusnya pemerintah konsekuen dengan zonasi. Yang namanya pasar tumpah, kerumunan di mall-mall dan di HZ harus bubarkan semua kalau berani. Jangan karena alasan pemulihan ekonomi tiba-tiba imbasnya ke mana-mana dan itu tidak fair.

“Kaca mata kami forum para ulama dan  kyai kita tidak tanggung jawab dunia akhiratnya kalau begitu. Jadi tolonglah, Tuhan itu tidak tidur. Jadi kalau bahasa saya sebagai pribadi warga Kota Tasikmalaya, pemerintah harus tegas, bubarin semua itu CFD, pasar tumpah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menghargai dan menghormati kebijakan dari pemerintah dengan tidak memperbolehkan salat id di Masjid Agung, tapi saat id dilaksanakan di setiap RT.

“Mudahan-mudahan zonanya cepat kembali ke oranye bahkan hijau, kata dia.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, untuk pelaksanaan salat IdulFitri 1442 Hijriah di Masjid Agung Kota Tasikmalaya tidak diperbolehkan. Hal tersebut berdasarkan pada instruksi langsung Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat, bahwa daerah dengan zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 tidak diperbolehkan menggelar salat Id di masjid-masjid besar.

“Jadi kegiatan salat id untuk tingkat Kota Tasikmalaya di Masjid Agung ditiadakan dulu. Warga bisa melaksanakan di masjid-masjing di lingkungannya dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Yusuf, disela-sela pemantauan pos penyekatan di Karang Resik, Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu,8 Mei 2021.

Menurutnya, berdasarkan intruksi dari Gubernur Jabar bahwa masjid-masjid besar yang ada di zona merah tidak diperbolehkan untuk melaksanakan salat id. Hal tersebut guna mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 di daerah yang memang memiliki risiko tinggi tingkat penyebarannya.

“Ya kalau memang ada yang maksa, silahkan cari lapang-lapang atau tempat dekat masjid Agung tapi tetap dengna protokol kesehatan,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat menuruti anjuran pemerintah dan selalu menjaga serta displin protokol kesehatan dalam setiap melakukan aktivitas terutama saat di luar rumah.

“Saat ini kita itu berada di zona merah, jadi beberapa aktivitas masyarakat diperketat lagi. Jalan KH. Zenal Mustofa pun kita tutup berkoodinasi dengan pihak TNI dan Polri,” ungkapnya.

Yusuf menambahkan, untuk kegiatan takbir keliling pun tidak diperbolehkan. Pihaknya akan memperketat pengawasan yang dilakukan oleh satuan tugas (satgas) Covid-19 Kota Tasikmalaya.

"Saya juga tidak ada open house lebaran nanti. Jangan dianggap corona ini sudah tidak ada, ternyata kan kita zona merah lagi," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar