Yamaha

Pemkot Tasikmalaya Siapkan Ruang Isolasi Untuk Pemudik Positif Covid-19

  Senin, 10 Mei 2021   Heru Rukanda
Penyekatan kendaraan pemudik di Pos penyekatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin, 10 Mei 2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

INDIHIANG, AYOTASIK.COM -- Mengantisipasi pemudik warga Kota Tasikmalaya yang sudah telanjur datang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya sudah menyiapkan 2 tempat isolasi apabila ada pemudik yang kedapatan terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, 2 tempat isolasi yang sudah disiapkan adalah Rumah Sakit (RS) Dewi Sartika dan RS Purbaratu.

"Dua rumah sakit itu disiapkan untuk isolasi pasien atau pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Yusuf, Senin, 10 Mei 2021.

Menurutnya, 2 tempat isolasi tersebut dikhususkan bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 bergejala sedang dan ringan.

"Kalau bergejala berat ya kita tempatkan di RSUD dr Soekardjo," ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga telah menginstruksikan satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memonitor warganya, terutama yang baru mudik.

"Jika ada warga yang mudik dan telah telanjur datang, satgas ini akan membawanya ke puskesmas untuk dites swab antigen," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P)Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, sejauh ini pihaknya belum berencana untuk menambah kapasitas ruang isolasi.

"Berdasarkan hasil analisisnya, kapasitas ruang isolasi yang ada saat ini masih mencukupi untuk menampung pasien Covid-19. Tingkat hunian kita juga masih rendah, yaitu hanya 47% dari total 319 ruangan isolasi. Jadi masih mencukupi," ujar Asep.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, kendati Kota Tasikmalaya saat ini berstatus zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19, tapi penambahan kasus harian Covid-19 dalam sepekan terakhir tidak terlalu signifikan bahkan melandai.

"Penambahan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 belum diperlukan," jelas dia.

Ia menyebut, dinkes akan bekerja sama dengan satgas di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menelusuri jika ada pemudik yang masuk ke lingkungannya masing-masing.

"Kalau ditemukan ada pemudik satgas harus lapor. Jika bergejala harus dites ke puskesmas," kata dia.

Asep menambahkan, selama pelaksanaan operasi ketupat 2021 seluruh puskesmas bersiaga 24 jam, sehingga pengetesan bisa dilakukan kapan pun.

"Para lurah dan camat sudah siaga dan tahu yang harus dilakukan jika ada pemudik di wilayahnya. Kalau ada yang bergejala harus dites," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar