Yamaha

Tak Punya Sarana Latihan, Komunitas Tasik Skate Latihan di Jalan HZ Mustofa yang Ditutup

  Selasa, 11 Mei 2021   Heru Rukanda
Komunitas Tasik Skate Latihan di Jalan HZ Mustofa yang Ditutup. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Sudah beberapa hari terakhir ini, Jalan KH Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya ditutup Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kota Tasikmalaya.

Penutupan dilakukan untuk mengurangi atau membatasi aktivitas masyarakat dan kepadatan kendaraan di pusat perbelanjaan, terlebih Kota Tasikmalaya sempat kembali ke zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19.

Kondisi jalan KH. Zenal Mustofa yang bebas kendaraan roda 2 maupun roda 4, dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan aktivitas olahraga di sore hari sembari ngabuburit.

Seperti halnya yang dilakukan Komintas Tasik skate yang berlatih di ruas jalan HZ tak jauh dari sekitar Taman Kota Tasikmalaya.

Komunitas yang berdiri sejak tahun 2001 dengan jumlah anggota 7 orang tersebut, adalah komunitas salah satu olahraga ekstreem.

"Saat ini jumlah anggota komunitas terus bertambah, lebih dari 50 orang," ujar ketua Komunitas Tasik Skate, Feby Jontor, Selasa, 11 Mei 2021.

Ia mengatakan, komunitas yang dipimpinnya biasa berlatih di jalan arah ke Taman Makan Pahlawan Kusumah Bangsa Keroweng, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Namun, setiap bulan Ramadan tempat latihannya selalu dijadikan bazar atau tempat jualan, di antaranya jualan jajanan berbuka puasa atau takjil.

"Jadi kalau bulan puasa latihan di mana saja. Sekarang memanfaatkan areal kosong jalan HZ yang ditutup," ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini Kota Tasikmalaya belum memiliki tempat latihan khusus bagi para penghobi atau atlet skateboard.

"Kita butuh tempat untuk main skateboard yaitu skatepark di Tasik. Kota Tasik ini belum punya skatepark. Di Ciamis lagi proses pembangunan karena porda untuk skateboard dilaksanakan di Ciamis. Kita ikutan porda tapi gak ada sarana latihannya," kata dia.

Feby menambahkan, untuk kejuaraan daerah atau porda baru mau dimulai tahun ini. Untuk sarana latihan pihaknya memanfaatkan lahan kosong atau seperti saat ini ada ruang kosong di Jalan KH Zenal Mustofa yang ditutup sementara oleh pemerintah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, awal mula menyukai skate board dari senang melihat orsng yang bermain. "Aneh melihat papan ko bisa diputar-putar. Saya coba naik dan jatuh. Dari situ saya mulai bermain, ngumpulin uang untuk beli papan. Ini kan olahraga ekstreem. Kalau terjatuh dan terluka sudah pasti ada mungkin biasa," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar