Yamaha

Kisah Penjual Kolang Kaling di Jalur Alternatif Garut – Tasik yang Kehilangan Untung

  Selasa, 11 Mei 2021   Irpan Wahab Muslim
Penjual Kolang Kaling di Jalur Alternatif Garut – Tasik. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SALAWU, AYOTASIK.COM -- Larangan mudik yang digulirkan pemerintah pusat dalam upaya mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19 ternyata membawa dampak bagi para penjual kolang-kaling atau akrab yang disebut cangkaleng di jalur alternative Garut – Tasikmalaya via Singaparna. Para penjual mengakui, selama dua tahun ini omzet turun drastis jika dibandingkan musim lebaran tahun sebelumnya.

Pada musim lebaran sebelum adanya pandemik Covid-19, banyak pemudik yang melewati jalur alternative Garut – Tasikmalaya via Singaparna. Kondisi itu pun membawa berkah bagi warga Desa Kutawaringin Kecamatan Salawu yang berprofesi sebagai penjual kolang-kaling.

Namun kondisi itu berubah dalam dua tahun terakhir saat masa pandemi Covid-19 dan larangan mudik membuat para penjual kolang kaling kehilangan untung. Mereka hanya bisa memenuhi pesanan dari luar kota, sedangkan untuk penjualan dengan sasaran pemudik nol besar.

Siti Maemunah (40) salah satu penjual kolang kaling menuturkan, selama dua tahun terakhir ia hanya mengandalkan pesanan dari luar kota dan pengiriman ke pasar induk Singaparna dan Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Padahal sebelumnya, tidak sedikit pemudik dari luar Tasikmalaya yang membeli kolang-kaling saat melintas ke Salawu.

“Sekarang mah kan mudiknya dilarang pak, jadi hanya pesanan saja. Padahal banyak pemudik yang beli kalau tahun-tahun lalu," ucap Siti, Selasa 11 Mei 2021.

Siti menuturkan, kolang kaling yang dijual merupakan hasil dari wilayah Salawu yang banyak ditumbuhi pohon aren. Para pemudik sering memburu kolang-kaling untuk hidangan pada saat lebaran yang sebelumnya diolah menjadi manisan.

“Biasanya ada yang beli dua kilo sampai ada yang lima kilo, sekarang pemudiknya tidak ada ya kita kehilangan untung," ucapnya.

Imas (43) penjual lainnya menuturkan, saat ini harga per kilogram kolang-kaling berada di harga Rp 16.000 perkilogram. Pesanan kolang-kaling bukan hanya dari wilayah Tasikmalaya saja, melainkan hingga beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Pesanan saja kalau kita, kalau untuk pemudik sekarang sepi. Mudah-mudahan tahun depan mudiknya ga dilarang jadi kita punya untung doubel," ujar Imas.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar