Yamaha

Meski Tahu Ada Larangan Mudik, Atih Tak Kuat Menahan Rindu Setelah 2 Tahun Tak Ketemu Anaknya di Ciamis

  Rabu, 12 Mei 2021   Heru Rukanda
Atih, pemudik dari Jakarta menuju Tasikmalaya tak muasa menahan tangis saat sempat tertahan di Pos Pam dan Penyekatan Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 12 Mei 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda).

KADIPATEN, AYOTASIK.COM -- Momen Lebaran Idulfitri sangat sayang untuk dilewatkan. Suasana sukacita bersama orang-orang tercinta di hari raya begitu diidamkam terutama mereka yang sedang merantau mengadu nasib di daerah orang lain. Hal itulah yang menjadi alasan para perantau untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing di momen lebaran Idulfitri.

Di masa larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah dengan tujuan menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia, tak menyurutkan para perantau untuk mudik. Mereka rela bermacet-macetan, mengeluarkan kocek lebih agar bisa berlebaran bersama orang-orang terkasih di kampung halamannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Atih, salah seorang pemudik dari Jakarta tujuan Ciamis yang nekat mudik meski tahu ada larangan dari pemerintah.

Adanya pos-pos penyekatan di setiap daerah tak lantas membuat rindunya berkurang untuk bertemu dengan sang buah hati di kampung halamannya di Ciamis.

Tiba di Pos Pam dan Penyekatan Lingkar Gentong Kadipaten Tasikmalaya bersama ribuan pemudik lainnya, Atih yang mudik bersama suami menggunakan sepeda motor tampak begitu gelisah dan kondisi yang cukup cape. Dirinya pun akhirnya pingsan di atas sepeda motor saat mendekati pos penyekatan.

Seusai mendapatkan pertolongan dan kembali sadarkan diri, petugas kemudian memeriksa kelengkapan administrasi yang dikecualikan dalam melakukan perjalanan. Lantaran tak memiliki surat keterangan bebas Covid-19, petugas pun memberikan layanan pemerikasaan rapid tes gratis. "Saya ini sudah 2 tahun tidak mudik, Pak. Tidak bisa ketemu sama anak," ujar Atih sembari menetesman air mata.

Ia menyebut, lebaran tahun lalu dirinya tidak mudik sesuai dengan aturan dari pemerintah. Namun, kali ini ia tak bisa menahan rindu untuk bertemu dengan anak-anaknya di Ciamis. M"Saya kangen anak-anak saya di Ciamis," ucapnya.

Setelah adanya hasil rapid tes negatif, Atih bersama sang suami ambirnya bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju kampung halamannya di Ciamis.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar