Yamaha

Soal Haji 2021, RI Tunggu Kepastian dari Arab Saudi

  Selasa, 18 Mei 2021   Republika.co.id
Ilustrasi ibadah Haji.

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari Otoritas Arab Saudi terkait keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci pada tahun 2021 ini. “Karena semua menjadi otoritas Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya, Ahad, 16 Mei 2021. 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebelumnya menegaskan bertekad untuk menyelenggarakan haji pada tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu di mana haji hanya bisa dinikmati oleh seribu jamaah dari Saudi dan ekspatriat yang bekerja di sana, tahun ini pihak Saudi akan membuka haji bagi jamaah luar negeri.

Endang mengaku masih menunggu kepastian kouta jamaah haji dari otoritas Saudi. Dia juga menegaskan, hingga saat ini Saudi belum merilis pengumuman terkait daftar negara yang diizinkan masuk dan mengikuti perhelatan Haji 2021. “Kami sudah menyiapkan untuk layanan tersebut, tinggal menunggu kepastian kuota saja. Pemerintah Saudi belum merilis (daftar negara),” jelas dia. 

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya juga sudah membuka penerbangan untuk ibadah umrah. Meski demikian, Saudi memberlakukan larangan bagi jamaah dari 20 negara termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut diambil untuk pencegahan merebaknya wabah Covid-19.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi H Dasir mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan jikalau penyelenggaraan haji memang dilakukan. Persiapan domestik bahkan dilakukan sejak Januari. "Tinggal menunggu kuota, protokol, regulasi, protokol covid-19, protokol ibadah bagaimana. Jadi, tidak bisa memastikan karena belum ada statemen resmi dari Saudi," kata Khoirizi.

Pemerintah Indonesia telah melakukan pembahasan terkait dengan mitigasi haji. Hal ini berkaitan dengan langkah-langkah yang kemungkinan bisa diambil jika nanti akan keluar pengumuman resmi, sebelum haji berlangsung. Di samping itu, diplomasi internal juga dilakukan terkait haji. "Keputusan pemerintah Indonesia dan Saudi harus diterima dengan lapang dada dengan rasa senang hati. Jangan merasa tidak diayomi atau tidak diperhatikan,” tambah dia.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid meluruskan sejumlah isu menyesatkan terkiat haji 2021. Zainut menjelaskan ada tiga isu liar yang tersebar di masyarakat terkait ibadah haji tahun ini. Pertama, isu yang mengaitkan keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci terkendala karena belum tersertifikasinya vaksin Covid-19 produksi Sinovac di WHO. “Ini tidak benar,” kata dia.

Isu lainnya yakni Indonesia dilarang  memberangkatkan haji karena tunggakan akomodasi di Makkah. Isu tersebut pun dijelaskannya bohong. Ada juga isu yang mengaitkan karena adanya status hukum seseorang. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini menegaskan, semua isu itu tidak benar.

Menurut Zainut, belum adanya kepastian terkait keberangkatan jamaah haji 2021 karena situasi pandemi Covid-19 yang belum melandai baik itu di Arab Saudi maupun di dunia. Dia mengingatkan terkait kasus gelombang kedua Covid-19 di India yang hingga kini masih mengkhawatirkan. "Jadi, memang dalam kondisi pandemi yang tidak bisa kita hindari. Jangan kemudian ada isu-isu yang itu justru membingungkan masyarakat bahkan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak baik," ujar Zainut.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar